Tak Disangka! Jamur Tiram Tumbuh Subur di Surabaya, Permintaan Tembus 10 Kg per Hari
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Budidaya jamur tiram putih membuktikan bahwa pertanian produktif tetap bisa berkembang di tengah padatnya kawasan perkotaan. Di Kota Surabaya yang dikenal memiliki suhu udara cukup tinggi, Kelompok Tani Elok Mekarsari RW 8 berhasil memanen jamur tiram putih setiap hari berkat penerapan teknologi smart farming untuk menjaga kelembapan ruang budidaya.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa inovasi teknologi mampu menjawab tantangan budidaya tanaman di wilayah perkotaan sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian.
Usaha budidaya jamur tiram putih ini telah dirintis sejak 2013. Awalnya, kelompok tani memperoleh bantuan pembangunan rumah jamur lengkap dengan fasilitas pendukung dari Dinas Pertanian Kota Surabaya. Seiring berjalannya waktu, seluruh proses budidaya hingga pengembangan usaha dilakukan secara mandiri oleh para anggota kelompok.

Ketua Kelompok Tani Elok Mekarsari sekaligus Ketua UMKM Elok Mekarsari RW 8, Astuti atau yang akrab disapa Bu Made, menjelaskan bahwa jamur tiram putih menjadi komoditas yang relatif mudah dibudidayakan karena tidak memerlukan pupuk maupun pestisida.
"Jamur tiram merupakan sayuran yang sangat organik. Budidayanya tidak membutuhkan pupuk ataupun obat-obatan. Yang terpenting adalah kondisi ruangan harus lembap dan minim cahaya agar pertumbuhannya maksimal," ujar Bu Made.
Menurutnya, tantangan utama dalam membudidayakan jamur di Surabaya adalah suhu udara yang cenderung panas. Untuk mengatasinya, Kelompok Tani Elok Mekarsari memanfaatkan sistem pengkabutan otomatis sebagai bagian dari penerapan teknologi smart farming.
"Karena suhu di Surabaya cukup panas, kami menggunakan sistem pengkabutan untuk menjaga kelembapan ruangan. Air tidak boleh mengenai baglog secara langsung karena dapat menyebabkan media tanam membusuk. Pengkabutan hanya berfungsi menjaga kelembapan udara agar jamur tumbuh optimal," jelasnya.
Editor : Arif Ardliyanto