Tak Disangka! Jamur Tiram Tumbuh Subur di Surabaya, Permintaan Tembus 10 Kg per Hari
Berkat sistem tersebut, kelompok tani mampu melakukan panen setiap hari dengan produksi rata-rata sekitar dua kilogram. Namun, jumlah tersebut masih belum mampu memenuhi tingginya kebutuhan pasar.
"Panen kami dilakukan setiap hari. Permintaan pasar sebenarnya sudah lebih dari 10 kilogram per hari, tetapi produksi kami masih terbatas sehingga belum bisa memenuhi seluruh kebutuhan konsumen," kata Bu Made.
Besarnya permintaan membuat kelompok tani tidak hanya memasarkan jamur dalam kondisi segar. Untuk meningkatkan nilai jual, sebagian hasil panen diolah menjadi berbagai produk pangan siap konsumsi seperti sempol jamur dan aneka olahan lainnya.
"Jika hanya dijual dalam bentuk segar, nilai ekonominya belum maksimal. Karena itu sebagian hasil panen kami olah menjadi berbagai produk yang memiliki nilai tambah, lebih awet disimpan di freezer, sekaligus membuka peluang usaha bagi anggota kelompok," ungkapnya.
Pengembangan produk olahan tersebut juga menjadi bagian dari strategi memperkuat pelaku UMKM berbasis pertanian di lingkungan RW 8. Selain memperluas pasar, langkah ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan anggota kelompok sekaligus menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat sekitar.
Ke depan, Kelompok Tani Elok Mekarsari berkomitmen terus mengembangkan budidaya jamur tiram putih melalui pemanfaatan teknologi serta inovasi produk. Upaya ini diharapkan tidak hanya mendukung ketahanan pangan di kawasan perkotaan, tetapi juga menjadi contoh bahwa sektor pertanian modern mampu tumbuh dan memberikan manfaat ekonomi meski berada di tengah Kota Surabaya.
Editor : Arif Ardliyanto