Di Balik Ramainya Arus Mudik, Ada Peran Mahasiswa yang Membantu Ribuan Penumpang
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Di balik padatnya aktivitas penumpang saat momen arus mudik Lebaran 2026 lalu, enam mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya turut mengambil peran dalam menjaga kelancaran pelayanan di Stasiun Pasar Turi. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik, mereka terjun langsung sebagai relawan untuk membantu penumpang di salah satu titik dengan mobilitas tertinggi di stasiun.
Tim relawan yang dipimpin Ade Firmanda bersama Maria Salvitri Kantang, Ilham Fadhlillah Ramadhan, Flaviani Sabina Nuria Tutung, Maureent Tan, dan Florensa Siti Nurhayati ditempatkan di bawah koordinasi Pos Pengamanan (Pospam). Namun, aktivitas mereka lebih banyak difokuskan di area ticketing yang menjadi pusat layanan penumpang.
Saat lonjakan penumpang terjadi, area tersebut dipenuhi masyarakat yang hendak bepergian ke berbagai daerah. Antrean di loket pelayanan maupun mesin Cetak Tiket Mandiri (CTM) pun menjadi tantangan tersendiri. Dalam situasi tersebut, para mahasiswa berperan membantu memperlancar proses pelayanan sekaligus memastikan penumpang tetap mendapatkan informasi yang dibutuhkan.
Mereka membantu penumpang mencetak tiket melalui mesin CTM, mengatur antrean agar tetap tertib, memberikan informasi jadwal perjalanan kereta api, hingga mendampingi penumpang lanjut usia maupun masyarakat yang baru pertama kali menggunakan layanan transportasi kereta api.
Selain membantu kelancaran pelayanan, para relawan juga menjadi pendamping bagi masyarakat yang masih mengalami kendala dalam menggunakan sistem ticketing digital.

"Saat jam ramai, banyak penumpang yang kebingungan menggunakan mesin cetak tiket. Kami bantu menjelaskan langkah-langkahnya agar prosesnya lebih cepat dan mereka tidak tertinggal kereta," ujar Ade Firmanda.
Kehadiran mahasiswa di tengah tingginya mobilitas penumpang mendapat apresiasi dari masyarakat. Salah seorang pemudik, Rizki mengaku terbantu karena proses pelayanan menjadi lebih mudah dipahami.
"Sempat bingung karena antreannya panjang, tapi dibantu diarahkan oleh relawan, jadi prosesnya lebih cepat dan jelas," tuturnya.
Pengalaman tersebut menjadi gambaran bahwa KKN Tematik tidak hanya menjadi wadah penerapan ilmu di luar kampus, tetapi juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk berkontribusi langsung dalam pelayanan publik. Melalui interaksi dengan masyarakat, mahasiswa turut mengasah kemampuan komunikasi, kerja sama, dan penyelesaian masalah di lapangan.
Keterlibatan mahasiswa UNTAG Surabaya di Stasiun Pasar Turi menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat diwujudkan melalui aksi sederhana yang memberikan dampak nyata. Di tengah tingginya mobilitas saat arus mudik, kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya menciptakan layanan transportasi yang lebih tertib, ramah, dan responsif terhadap kebutuhan penumpang.
Penulis
Ade Firmanda dan Tim (Mahasiswa Untag Surabaya)
Editor : Arif Ardliyanto