Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Tak Cukup Ciptakan Karya, Kampus Surabaya Bongkar Cara Melindungi Inovasi Dosen dan Mahasiswa
Advertisement . Scroll to see content

Sampah Plastik Tak Lagi Jadi Masalah, Mahasiswa di Surabaya Ini Mengubahnya Jadi Peluang Ekonomi

Minggu, 28 Juni 2026 | 07:01 WIB
  • author Arif Ardliyanto
Sampah Plastik Tak Lagi Jadi Masalah, Mahasiswa di Surabaya Ini Mengubahnya Jadi Peluang Ekonomi
Universitas Wijaya Putra menerjunkan 29 mahasiswa KKN Tematik di Kampung Pancasila Surabaya untuk mengelola sampah, memberdayakan UMKM, dan meningkatkan kesejahteraan warga. (Foto iNewsSurabaya.id/Arif).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Persoalan pengelolaan sampah dan penguatan ekonomi masyarakat masih menjadi tantangan di berbagai wilayah. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik, Universitas Wijaya Putra (UWP) memilih hadir langsung di tengah masyarakat dengan menghadirkan solusi berbasis ekonomi sirkular dan pemberdayaan usaha mikro.

Sebanyak 29 mahasiswa UWP diterjunkan ke RW 05, Kelurahan Babat Jerawat, Kecamatan Pakal, Surabaya, untuk menjalankan program pendampingan Kampung Pancasila yang berlangsung selama Mei hingga Juli 2026. Program ini merupakan bagian dari inisiatif Pemerintah Kota Surabaya dalam memperkuat kemandirian masyarakat.

Mengangkat tema "Mewujudkan Kampung Pancasila Mandiri dan Berkelanjutan dengan Pendekatan Ekonomi Sirkular dan Edukasi Sosial", para mahasiswa berupaya menjawab berbagai persoalan yang dihadapi warga melalui program yang aplikatif dan berkelanjutan.

Sebelum menjalankan program, tim KKN melakukan observasi pada 1 dan 8 Mei 2026. Hasilnya menunjukkan masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah, belum optimalnya pengelolaan sampah plastik, serta perlunya pendampingan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Ketua Kelompok KKN K1-03, Engga Trisya Putri, mengatakan program yang dijalankan terbagi dalam dua fokus utama, yakni pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular dan penguatan kapasitas UMKM.

Pada sektor lingkungan, mahasiswa memberikan edukasi mengenai pemilahan sampah sejak dari rumah, menyediakan tong sampah plastik di sejumlah titik, mengoptimalkan pengelolaan bank sampah, hingga mengolah botol plastik bekas menjadi media tanam sayuran yang dapat dimanfaatkan warga.

"Kami ingin mengubah pola pikir masyarakat bahwa sampah plastik bukanlah akhir dari konsumsi, melainkan bisa menjadi sumber daya baru yang bernilai ekonomis," ujar Engga.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut