FH Unesa Tembus Kampus Elite Eropa, Mahasiswa Berpeluang Kuliah di Belanda, Belgia hingga Prancis
Kolaborasi ini diharapkan menghasilkan kajian akademik yang lebih komprehensif sekaligus memberikan kontribusi terhadap penyusunan kebijakan hukum yang berpihak kepada kelompok rentan.
Sementara itu, kerja sama dengan Université Libre de Bruxelles (ULB) akan diwujudkan melalui program Erasmus+ Mobility yang dijadwalkan mulai berjalan pada 2027.
Melalui program ini, mahasiswa FH Unesa berkesempatan mengikuti perkuliahan selama satu semester di Belgia dengan mekanisme transfer kredit. Tidak hanya mahasiswa, dosen juga memperoleh peluang memperluas pengalaman mengajar dan melakukan penelitian di lingkungan akademik internasional.
Program tersebut diyakini mampu meningkatkan kompetensi global mahasiswa, memperluas wawasan lintas budaya, serta memperkuat kemampuan beradaptasi di dunia pendidikan internasional.
Kemitraan dengan Paris 1 Panthéon-Sorbonne Law School difokuskan pada pengembangan riset dan publikasi ilmiah di bidang Hukum Internasional serta Hukum Keolahragaan.
Kajian hukum olahraga dipilih karena memiliki prospek yang terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan regulasi dalam industri olahraga modern, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Arinto menilai kolaborasi dengan tiga universitas ternama di Eropa tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat daya saing Fakultas Hukum Unesa di tingkat global.
"Melalui program EQUITY ini, kami membawa pulang komitmen nyata dari Tilburg University, ULB, dan Sorbonne. Kerja sama ini merupakan langkah konkret untuk menghadirkan pendidikan hukum berkelas dunia, memperkuat riset tentang inklusivitas disabilitas, serta mengembangkan kajian hukum keolahragaan sebagai salah satu keunggulan FH Unesa," kata Arinto.
Menurut Arinto, internasionalisasi perguruan tinggi bukan sekadar menjalin kerja sama dengan kampus luar negeri. Lebih dari itu, kolaborasi internasional menjadi sarana memperkuat kualitas pendidikan, memperluas jejaring riset, dan meningkatkan produktivitas publikasi ilmiah.
Melalui berbagai program yang telah disiapkan, mahasiswa diharapkan memiliki pengalaman belajar lintas negara, memahami praktik hukum dari berbagai sistem hukum dunia, serta memiliki kompetensi yang mampu bersaing di pasar kerja global.
Di sisi lain, dosen memperoleh kesempatan memperkuat kapasitas penelitian melalui kolaborasi internasional sehingga mampu menghasilkan karya ilmiah yang memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu hukum, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Editor : Arif Ardliyanto