get app
inews
Aa Text
Read Next : Dokter Spesialis Anak Bongkar Rahasia Otak Anak Cepat Belajar, Ternyata Ini Kuncinya

Jangan Tertipu Klaim Kemasan, Dokter Anak Ungkap 4 Cara Cerdas Memilih Nutrisi Terbaik Si Kecil

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:38 WIB
header img
Dokter anak Prof. Rini Sekartini mengingatkan orang tua agar tidak hanya melihat klaim kemasan saat memilih nutrisi anak. Simak 4 cara cerdas membaca komposisi produk agar tumbuh kembang si kecil tetap optimal. Foto iNewsSurabaya.id/tangkap layar

Empat Langkah Cek Komposisi Sebelum Membeli Nutrisi Anak

Agar tidak salah memilih, Prof. Rini membagikan empat hal penting yang perlu diperhatikan saat membaca label produk nutrisi anak.

1. Periksa bahan yang berada di urutan pertama

Daftar komposisi disusun berdasarkan jumlah bahan terbanyak hingga paling sedikit. Artinya, bahan yang tercantum paling awal merupakan komponen utama produk tersebut.

Pada produk berbasis susu, misalnya, orang tua dapat melihat apakah susu benar-benar menjadi bahan utama atau justru bahan lain yang lebih dominan.

2. Kenali jenis bahan dasar dan asal susunya

Selain urutan komposisi, penting pula memperhatikan jenis bahan dasar yang digunakan.

Jika produk mencantumkan susu segar sebagai bahan utama, berarti formulanya berasal dari susu sapi segar yang diproses menjadi produk akhir dengan tahapan yang lebih ringkas sehingga kualitas nutrisi alaminya lebih terjaga.

Sebaliknya, bila yang digunakan adalah susu bubuk, susu rekonstitusi, atau susu rekombinasi, maka proses pembuatannya berbeda karena melibatkan pencampuran kembali susu bubuk dengan air dan bahan lain sebelum diproses menjadi produk siap konsumsi.

Prof. Rini menjelaskan bahwa beberapa komponen alami dalam susu, seperti protein bioaktif, vitamin, dan enzim tertentu, cukup sensitif terhadap paparan panas tinggi maupun proses pengolahan berulang. Karena itu, transparansi mengenai bahan utama dan proses produksi menjadi informasi penting bagi konsumen.

3. Waspadai gula tambahan

Orang tua juga disarankan memahami berbagai istilah gula tambahan yang sering muncul dalam daftar komposisi, seperti sukrosa, glukosa, fruktosa, sirup jagung, maupun maltodekstrin.

Hal tersebut berbeda dengan laktosa yang merupakan gula alami dalam susu. Namun, tetap penting memperhatikan posisi gula dalam daftar komposisi dan seberapa sering produk dikonsumsi anak.

Menurut Prof. Rini, paparan gula tambahan secara berlebihan sejak usia dini tidak hanya meningkatkan risiko kelebihan berat badan dan obesitas, tetapi juga dapat membentuk kebiasaan anak lebih menyukai makanan bercita rasa manis dibandingkan makanan alami seperti buah dan sayuran.

4. Jangan lupa membaca tabel nilai gizi

Selain daftar komposisi, tabel informasi nilai gizi juga wajib diperhatikan. Informasi tersebut menunjukkan kandungan energi, protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral dalam setiap sajian.

Namun, Prof. Rini menegaskan bahwa tabel nilai gizi sebaiknya dibaca bersamaan dengan daftar komposisi agar orang tua memperoleh gambaran utuh mengenai kandungan nutrisi sekaligus bahan penyusun produk.

Nutrisi Seimbang Tetap Menjadi Kunci

Di akhir pemaparannya, Prof. Rini mengingatkan bahwa tidak ada satu produk nutrisi yang mampu menggantikan pola makan sehat secara keseluruhan.

"Nutrisi terbaik bagi anak tetap perlu dibangun melalui variasi makanan, pola makan yang seimbang, serta lingkungan makan yang mendukung kebiasaan hidup sehat," katanya.

Ia juga menegaskan bahwa Air Susu Ibu (ASI) tetap menjadi sumber nutrisi terbaik bagi bayi pada awal kehidupannya. Sementara penggunaan produk nutrisi tambahan sebaiknya disesuaikan dengan usia, kebutuhan anak, dan dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan agar tumbuh kembang anak berlangsung optimal.

 

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut