65 Anak Yatim di Malang Dapat Pengalaman Langka Ubah Cara Pandang, Begini Uniknya Perayaan Muharram
Pembina PDUF MUI Jawa Timur, KH Sodiq, menegaskan bahwa momentum Muharram semestinya tidak berhenti pada kegiatan seremonial maupun pembagian santunan semata. Menurutnya, anak-anak perlu diberikan pengalaman yang mampu memperkaya pengetahuan sekaligus membangun karakter.
"Field trip ini bukan sekadar jalan-jalan. Anak-anak diajak mengenal sejarah Kota Malang, meneladani perjuangan para ulama dan tokoh bangsa melalui napak tilas ke makam mereka, sekaligus memperoleh pengalaman yang dapat memperluas wawasan," ujarnya.
Selain belajar sejarah, peserta juga diperkenalkan dengan kawasan Heritage Kayutangan sebagai salah satu ikon budaya Kota Malang. Langkah ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap daerah, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian budaya, sejarah, dan lingkungan.
Sementara itu, Ketua PDUF MUI Jawa Timur, KH Miftah Jauhari, berharap kegiatan tersebut menjadi awal lahirnya kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah, lembaga filantropi, dan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.
"Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah awal terbangunnya kolaborasi yang lebih luas antara PDUF MUI Jawa Timur dengan Pemerintah Kota Malang dan berbagai pemangku kepentingan," katanya.
Ia menilai filantropi harus berkembang dari sekadar pemberian bantuan sesaat menjadi program jangka panjang yang menyentuh sektor pendidikan, penguatan ekonomi umat, hingga pelestarian lingkungan.
Menurut KH Miftah, salah satu potensi yang dapat dikembangkan melalui sinergi tersebut adalah perdagangan karbon (carbon trading). Kawasan hutan lindung di wilayah Malang dinilai memiliki nilai strategis untuk mendukung pelestarian lingkungan sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat apabila dikelola secara berkelanjutan.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta juga mendapat pendampingan penuh dari relawan PDUF MUI Jawa Timur. Wakil Ketua Departemen III Corporate Relations PDUF MUI Jawa Timur, M. Syafii, memastikan seluruh anak, termasuk penyandang disabilitas, dapat mengikuti setiap rangkaian acara dengan aman dan nyaman.
"Pendampingan dilakukan untuk memastikan seluruh peserta, termasuk anak-anak penyandang disabilitas, dapat mengikuti setiap agenda dengan aman, nyaman, dan penuh semangat," ujarnya.
Melalui konsep peringatan Muharram yang lebih edukatif tersebut, penyelenggara berharap anak-anak yatim dan penyandang disabilitas memperoleh bekal yang jauh lebih berharga daripada sekadar bantuan materi. Pengalaman belajar, motivasi, wawasan kebangsaan, serta kepedulian sosial diharapkan menjadi modal penting dalam membangun masa depan mereka.
Dengan konsep ini, peringatan Tahun Baru Islam di Kota Malang tidak hanya menjadi momen berbagi, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran yang menginspirasi lahirnya generasi yang berkarakter, berwawasan luas, dan peduli terhadap sesama maupun lingkungan.
Editor : Arif Ardliyanto