Terinspirasi Piala Dunia 2026, Siswa SMKN di Jombang Ciptakan Batik Motif Sepak Bola Edisi Terbatas
Selama ini, siswa SMKN 1 Jombang memang rutin menghasilkan berbagai karya batik tulis maupun batik celup sebagai bagian dari pembelajaran kewirausahaan. Beragam hasil karya tersebut telah dipasarkan kepada masyarakat sebagai produk unggulan sekolah.
Namun, Adelia mengakui proses membatik membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Selain memakan waktu beberapa hari mulai dari pembuatan pola, mencanting hingga pewarnaan, tantangan terbesar berada pada saat penggunaan malam.
"Kalau malamnya terlalu panas, hasil canting bisa meleber. Suhunya harus pas supaya hasilnya bagus," jelasnya.
Sementara itu, Kepala SMKN 1 Jombang, Abdul Muntolib, menjelaskan bahwa kegiatan membatik merupakan bagian dari pembelajaran kewirausahaan yang bertujuan membekali siswa dengan keterampilan sekaligus jiwa bisnis sebelum lulus sekolah.
Menurutnya, gagasan membuat batik bertema Piala Dunia justru muncul dari kreativitas para siswa. Sekolah kemudian memberikan pendampingan agar ide tersebut berkembang menjadi produk yang memiliki nilai jual.
"Kami ingin anak-anak memiliki keterampilan khusus. Momen Piala Dunia ini mereka tangkap menjadi sebuah peluang usaha melalui karya batik," ujar Abdul Muntolib.
Selain memproduksi batik, siswa SMKN 1 Jombang juga mengembangkan berbagai produk kewirausahaan lain, mulai dari parfum, sablon kaus, hingga jasa cetak mug.
Ia berharap pengalaman tersebut mampu membentuk karakter siswa yang kreatif, inovatif, serta peka melihat peluang usaha dari berbagai tren yang sedang berkembang di masyarakat.
"Harapannya anak-anak memiliki inisiatif dan inovasi. Ketika ada sesuatu yang sedang booming, mereka mampu menangkap peluang itu menjadi produk yang bermanfaat," pungkasnya.
Editor: Arif Ardliyanto