Cara SMPN Pasuruan Bentuk Karakter Siswa Ini Jadi Sorotan, Dimulai Sejak Pukul 06.00 WIB
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Di tengah tuntutan pendidikan yang semakin kompleks, SMP Negeri 6 Pasuruan memilih langkah berbeda dalam membentuk karakter peserta didik. Sekolah ini tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral, disiplin, dan kepedulian sosial melalui program unggulan PEMBATIK JUARA SPANSIX.
Program tersebut menjadi salah satu strategi sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif sekaligus membekali siswa dengan karakter kuat sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.
Guru IPA SMP Negeri 6 Pasuruan, Aninda Ari Susanti, menjelaskan bahwa PEMBATIK JUARA SPANSIX merupakan singkatan dari Pembiasaan Budaya Positif untuk Meningkatkan dan Mewujudkan Siswa Berkarakter.
"Nama PEMBATIK JUARA SPANSIX memang terdengar seperti sebuah kompetisi seni. Namun sebenarnya, ini adalah akronim dari program pembiasaan budaya positif yang kami jalankan untuk membentuk karakter siswa," ujar Aninda.
Menurutnya, program tersebut merupakan implementasi nyata dalam menciptakan budaya sekolah yang disiplin, nyaman, dan berlandaskan nilai-nilai luhur. Tujuan utamanya adalah mengembangkan potensi peserta didik secara menyeluruh, sehingga tidak hanya berprestasi di lingkungan sekolah, tetapi juga mampu menjadi pribadi yang santun ketika terjun ke masyarakat.
Aninda mengungkapkan bahwa perubahan karakter tidak bisa terjadi secara instan. Karena itu, sekolah menerapkan berbagai kebiasaan positif yang dilakukan secara konsisten setiap hari.
Salah satunya adalah penerapan budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun). Mulai pukul 06.00 WIB, seluruh guru telah bersiap di gerbang sekolah untuk menyambut kedatangan siswa.
Kegiatan sederhana tersebut menjadi sarana membangun kedekatan emosional antara guru dan peserta didik sekaligus menciptakan suasana belajar yang ramah dan menyenangkan.
Selain membangun kedisiplinan, sekolah juga memberikan perhatian besar terhadap pembentukan karakter spiritual siswa.
Melalui program GEMA (Gerakan Membaca Al-Qur'an), seluruh siswa diajak membaca Al-Qur'an selama lima menit sebelum pembelajaran dimulai. Kegiatan ini dilanjutkan dengan pembacaan Asmaul Husna serta pembiasaan melaksanakan Salat Dhuha dan Salat Dzuhur berjamaah.
Program tersebut diharapkan mampu menanamkan nilai religius sehingga siswa tetap mengingat Sang Pencipta di tengah aktivitas belajar.
PEMBATIK JUARA SPANSIX juga memberikan ruang bagi penguatan rasa cinta tanah air.
Setiap pagi, seluruh warga sekolah menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya setelah berdoa bersama. Selanjutnya, pada pukul 09.50 WIB, siswa bersama guru membaca teks Pancasila serta visi sekolah sebagai pengingat terhadap nilai-nilai kebangsaan dan tujuan pendidikan.
"Harapannya, siswa semakin bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia sekaligus memahami arah pendidikan yang sedang mereka tempuh," kata Aninda.
Tak hanya fokus pada pembentukan karakter dan spiritual, SMP Negeri 6 Pasuruan juga memperhatikan kesehatan fisik peserta didik.
Setiap pagi siswa mengikuti Senam Anak Indonesia Hebat sebagai upaya menjaga kebugaran sekaligus membangun semangat positif sebelum mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Menurut Aninda, keberhasilan pembentukan karakter tidak dapat dilakukan sekolah sendirian. Dibutuhkan kolaborasi erat antara sekolah dan orang tua agar nilai-nilai positif yang ditanamkan di sekolah juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di rumah.
"Konsistensi pembiasaan karakter di sekolah maupun di rumah menjadi kunci terbentuknya karakter siswa yang kuat dan berkelanjutan," jelasnya.
Melalui PEMBATIK JUARA SPANSIX, SMP Negeri 6 Pasuruan berkomitmen melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian, serta karakter yang siap menghadapi tantangan masa depan.
"Karena pada akhirnya, karakter yang baik merupakan bekal paling berharga yang akan dibawa siswa dalam menjalani kehidupan," pungkas Aninda.
Editor : Arif Ardliyanto