Ancaman Salmonella Makin Nyata, Peneliti UM Temukan Teknologi Canggih Bisa Deteksi Bakteri Cepat
MALANG, iNewsSurabaya.id – Ancaman penyakit bawaan makanan (foodborne disease) akibat bakteri Salmonella typhimurium masih menjadi perhatian serius di dunia kesehatan. Menjawab tantangan tersebut, tim peneliti dari Departemen Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Malang (UM) menghadirkan inovasi biosensor berbasis teknologi optik yang mampu mendeteksi bakteri penyebab keracunan makanan secara lebih cepat dan akurat.
Riset terapan yang digagas Program Studi Magister (S2) Fisika UM ini dikembangkan sebagai solusi atas meningkatnya kasus bakteri yang mulai kebal terhadap antibiotik. Kondisi tersebut membuat teknologi deteksi dini menjadi kebutuhan penting untuk mencegah penyebaran penyakit sekaligus meningkatkan sistem keamanan pangan.
Ketua Peneliti, Nurul Hidayat, menjelaskan bahwa timnya mengembangkan perangkat aptasensor serat optik berbasis Localized Surface Plasmon Resonance (LSPR) dengan memanfaatkan material nanokomposit ZnO/Au.
"Penelitian ini bertujuan merancang dan mengembangkan perangkat aptasensor serat optik berbasis LSPR menggunakan material nanokomposit ZnO/Au," ujar Nurul Hidayat.

Ia menambahkan, perangkat tersebut dirancang agar mampu mengidentifikasi keberadaan Salmonella typhimurium secara cepat, sensitif, dan memiliki tingkat akurasi tinggi sehingga dapat dimanfaatkan untuk memperkuat sistem keamanan pangan di Indonesia.
Penelitian berlangsung sejak 14 April hingga 10 November 2026 di Laboratorium Fotonik Departemen Fisika UM dan Laser Center, Ibnu Sina Institute for Scientific and Industrial Research (ISI-SIR), Universiti Teknologi Malaysia.
Dalam prosesnya, tim menggunakan metode sintesis Pulsed Laser Ablation in Liquid (PLAL) berbasis laser Nd:YAG. Penelitian ini melibatkan tiga dosen serta dua mahasiswa sebagai bagian dari pengembangan riset kolaboratif.
Editor: Arif Ardliyanto