Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Dari Balik Jeruji Jadi Karya Bernilai, Warga Binaan Perempuan Lapas Banyuwangi Belajar Meronce Tas
Advertisement . Scroll to see content

Mengenal Tradisi Tiban Banyuwangi, Adu Ketangkasan Cambuk yang Sarat Makna dan Tetap Dilestarikan

Senin, 05 Oktober 2026 | 06:31 WIB
  • author Siswanto
Mengenal Tradisi Tiban Banyuwangi, Adu Ketangkasan Cambuk yang Sarat Makna dan Tetap Dilestarikan
Mengenal tradisi Tiban Banyuwangi di Desa Cluring, adu ketangkasan menggunakan cambuk yang menjadi warisan leluhur sekaligus sarana mempererat persaudaraan. Foto iNewsSurabaya.id/siswanto

BANYUWANGI, iNewsSurabaya.id – Suara sorak warga berpadu dengan ketegangan saat dua peserta berhadapan dalam tradisi Tiban di Desa Cluring, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi. Dengan membawa cambuk, mereka menunjukkan keberanian dan ketangkasan dalam sebuah tradisi yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Tiban bukan sekadar pertunjukan adu kekuatan. Bagi masyarakat Desa Cluring, tradisi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya leluhur sekaligus mempertemukan masyarakat dalam suasana kebersamaan.

Tradisi Tiban kembali digelar dan mendapat perhatian masyarakat. Tidak hanya warga Banyuwangi, sejumlah peserta dari luar daerah juga datang untuk mengikuti kegiatan tersebut. Di antaranya berasal dari Kabupaten Blitar dan Tulungagung.

Ketua panitia Tiban, Heru, menjelaskan bahwa Tiban memiliki ciri khas berupa adu ketangkasan menggunakan cambuk. Dua peserta saling berhadapan dan menunjukkan kemampuan masing-masing dengan tetap mengikuti aturan yang telah disepakati.

"Para peserta saling berhadapan dan menunjukkan keberanian serta kemampuan masing-masing dengan tetap menjunjung tinggi aturan yang telah disepakati," kata Heru.

Menurut Heru, keberadaan Tiban hingga kini masih dipertahankan karena masyarakat tidak melihatnya hanya sebagai tontonan. Tradisi tersebut menjadi ruang untuk menjaga hubungan antarmasyarakat sekaligus mengenalkan kebudayaan lokal kepada generasi muda.

"Bagi masyarakat Cluring, Tiban bukan sekadar pertunjukan adu kekuatan, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan sekaligus menjaga keberadaan budaya lokal agar tetap dikenal generasi muda," ujarnya.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut