Ancaman Salmonella Makin Nyata, Peneliti UM Temukan Teknologi Canggih Bisa Deteksi Bakteri Cepat
Menurut Nurul, inovasi biosensor tersebut diharapkan memberikan manfaat nyata bagi penderita salmonellosis, laboratorium pengujian pangan, hingga industri makanan yang membutuhkan sistem deteksi bakteri secara cepat sebelum produk beredar di masyarakat.
"Pengembangan teknologi sensor berbasis optik ini merupakan langkah penting dalam memperkuat layanan kesehatan preventif. Kolaborasi internasional menjadi kunci untuk memastikan upaya pencegahan penyakit berjalan lebih efektif dan akurat," katanya.
Penelitian ini juga melibatkan dosen Departemen Biologi Universitas Negeri Malang, Fauzi Akhbar Anugerah. Menurutnya, keberadaan Salmonella typhimurium masih menjadi ancaman serius bagi keamanan pangan sehingga diperlukan teknologi yang mampu mendeteksi bakteri tersebut sejak dini.
Ia menilai sistem deteksi yang lebih cepat akan membantu meminimalkan potensi penyebaran bakteri melalui bahan pangan sekaligus menekan risiko terjadinya salmonellosis di masyarakat.
Riset ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui upaya pencegahan penyakit menular, serta SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) lewat kolaborasi internasional bersama Assoc. Prof. Dr. Citartan Marimuthu dari Universiti Sains Malaysia.
Meski demikian, tim peneliti masih menghadapi tantangan untuk menjaga sensitivitas, selektivitas, dan stabilitas sensor saat digunakan pada sampel pangan dengan karakteristik yang kompleks.
Ke depan, penelitian akan difokuskan pada pengujian menggunakan berbagai jenis sampel pangan, peningkatan kualitas material sensor, hingga pengembangan perangkat biosensor portabel yang siap diterapkan secara luas guna memperkuat sistem keamanan pangan dan mendukung layanan kesehatan preventif di Indonesia.
Editor: Arif Ardliyanto