Dekopin Dukung Amanat Prabowo, Koperasi Disiapkan Jadi Motor Ekonomi Rakyat
JAKARTA, iNewsSurabaya.id - Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), Bambang Haryadi menepis anggapan keliru mengenai koperasi yang dianggap sebagai alat ekonomi kuno dan kecil. Bahkan koperasi juga disebut sangat tidak relevan dalam era ekonomi masa kini.
"Semua itu salah besar. Kami contohkan klub-klub sepakbola besar di Eropa seperti Real Madrid, Barcelona, dan Bayern Munchen dikelola dengan sistem koperasi. Bahkan salah satu bank terbesar di Belanda, Rabobank, dimiliki oleh koperasi," katanya, Sabtu (18/7/2026).
Sebelumnya, Dekopin sukses menyelenggarakan acara Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 Tingkat Nasional Tahun 2026 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (12/7/2026). Acara ini dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menegaskan komitmen kuat pemerintah untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional dari tingkat paling bawah.
"Koperasi adalah alatnya orang lemah. Tapi, seperti sapu lidi, satu lidi lemah, tapi kalau bergabung, itu kekuatan, saudara-saudara sekalian. Jangan khawatir, gerakan koperasi Indonesia akan bangkit menjadi kekuatan ekonomi Indonesia," katanya di hadapan ribuan pengurus dan pegiat koperasi.
Bambang Haryadi menilai, kehadiran Presiden Prabowo menjadi titik balik setelah hampir tiga dekade gerakan koperasi kurang mendapat perhatian yang sepadan dengan mandat Pasal 33 Ayat (1) UUD 1945. "Baru dalam pemerintahan bapak Presiden Prabowo, gerakan koperasi mendapat perhatian dan menjadi program prioritas penguatan ekonomi masyarakat," kata Bambang.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dekopin sekaligus Ketua Pelaksana Acara, Gilang Widya menambahkan, masa depan koperasi berada di tangan generasi muda. Oleh karena itu, Dekopin berkomitmen penuh untuk menggaet Gen Z agar aktif berkoperasi lewat pendekatan yang modern, digital, dan relevan dengan gaya hidup mereka.
Semangat ini dibuktikan dalam acara puncak Harkopnas melalui kehadiran booth khusus Koperasi Gen Z. Gerai ini menampilkan berbagai inovasi bisnis kreatif berbasis digital karya anak muda. Dekopin ingin mengubah persepsi dan membuktikan kepada generasi muda bahwa koperasi adalah wadah kolaborasi ekonomi yang paling keren, adaptif, dan berdaya saing global.
"Keberhasilan acara ini juga menjadi bukti, Dekopin dan gerakan koperasi bersifat inklusif serta mampu berkolaborasi secara strategis dengan siapapun, termasuk sektor korporasi skala besar. Seperti Bank Mandiri, BSI, BRI, BTN, BNI, Pupuk Indonesia, PLN, Pertamina, MIND ID, hingga ANTAM. Ini adalah sinergi hulu-hilir yang konkrit untuk membangun ekonomi bangsa," ungkap Gilang Widya.
Rangkaian peringatan Harkopnas ke-79 ini dikemas secara masif sepanjang bulan Juli 2026. Setelah diawali dengan ziarah ke makam Bapak Koperasi Indonesia Bung Hatta di Tanah Kusir. Kemeriahan akan dilanjutkan pada 19 Juli melalui fun run dan bazar di Jalan Rasuna Said, Jakarta. Pada akhir Juli, Dekopin dan Kemenkop juga akan melaksanakan proyek revitalisasi tugu koperasi bersejarah di Tasikmalaya sebagai cagar budaya. Rangkaian acara ditutup pada pada 29 Juli melalui ajang penghargaan Koperasi Award di Jakarta.
Melalui momentum bersejarah ini, Dekopin optimistis dengan disahkannya Undang-Undang Perkoperasian yang baru tahun ini untuk menggantikan UU Nomor 25 Tahun 1992, gerakan koperasi akan memiliki payung hukum yang kokoh untuk membawa kemakmuran yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia.
Editor : Arif Ardliyanto