DBL Resmi Buka Akademi Basket di Jakarta, Perluas Kesempatan Atlet Muda Indonesia Kembangkan Potensi
Selain meresmikan akademi baru, DBL Indonesia juga membuka musim kompetisi Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027. Kompetisi basket antarpelajar terbesar di Indonesia itu akan dimulai pada 6 Agustus 2026 di Surabaya sebelum bergulir di 31 kota yang tersebar di 22 provinsi.
Selama lebih dari dua dekade, DBL menjadi salah satu wadah pembinaan atlet pelajar yang konsisten memperluas partisipasi generasi muda dalam olahraga basket.
Tahun ini, penyelenggaraan DBL juga memperoleh apresiasi dari Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Prestasi yang diraih peserta dalam kompetisi tersebut akan mendapatkan sertifikat resmi dari Puspresnas.
Kepala Puspresnas Kemendikdasmen, Dr. Maria Veronica Irene Herdjiono, menilai DBL telah berkembang menjadi ekosistem olahraga pelajar yang tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik melalui pendekatan yang inklusif, kolaboratif, dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan yang sama, DBL Indonesia juga melepas 24 pemain dan empat pelatih yang tergabung dalam Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026.
Mereka dijadwalkan berangkat ke Amerika Serikat pada 22 Juli untuk mengikuti berbagai agenda, mulai dari basketball clinic, menyaksikan WNBA All-Star Game, hingga tampil dalam 24th Annual National Summer Classic 2026 yang diikuti tim-tim dari Amerika Serikat, Kanada, Belanda, Puerto Riko, Kepulauan Virgin Amerika Serikat, dan Indonesia.
DBL Indonesia turut memperkenalkan program DBL Super Teacher, sebuah program apresiasi bagi guru pendamping student-athlete.
Melalui program ini, empat guru terbaik akan memperoleh kesempatan mengikuti program pembelajaran ke luar negeri sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka dalam mendampingi dan membentuk karakter para pelajar.
"Selama ini DBL sudah mengirim ribuan pelajar ke luar negeri. Tahun ini kami ingin para guru juga memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan menambah pengalaman. Karena kami percaya perjalanan seorang student-athlete tidak akan pernah lepas dari peran guru-guru mereka," kata Azrul.
Menurut Azrul, keberhasilan DBL selama 22 tahun terakhir tidak terlepas dari dukungan sekolah, guru, orang tua, pemerintah, media, serta seluruh pihak yang ikut membangun ekosistem olahraga pelajar di Indonesia. Dengan semakin luasnya jaringan akademi dan kompetisi, DBL berharap semakin banyak anak muda memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi, baik di dunia olahraga maupun bidang lainnya.
Editor : Arif Ardliyanto