get app
inews
Aa Text
Read Next : Polda Jatim Kirim Bantuan ke NTT, Bawa Logistik hingga Tim Trauma Healing

Puluhan Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT, Pelabuhan Marapokot Didorong Segera Pulih

Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:01 WIB
header img
PT Dharma Lautan Utama (DLU) Holding bersama perusahaan dalam grup dan mitra usahanya menyerahkan bantuan untuk korban gempa di NTT. (Foto : istimewa).

NAGEKEO, iNewsSurabaya.id – Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus mengalir. 

Di tengah proses pemulihan pascabencana, bantuan kemanusiaan kembali disalurkan oleh PT Dharma Lautan Utama (DLU) Holding bersama sejumlah perusahaan dalam grup dan mitra usahanya.

Sebanyak 12 truk yang membawa sekitar 60 ton bantuan tiba di Kabupaten Nagekeo. Bantuan tersebut diserahkan di Posko Utama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagekeo. Bantuan diterima langsung oleh Bupati Nagekeo Simplisius Donatus bersama Wakil Bupati Gonzalo Gratianus Muga Sada.

PT DLU merupakan perusahaan pelayaran yang berkantor pusat di Surabaya, Jawa Timur, dengan layanan transportasi laut dan penyeberangan feri di berbagai wilayah Indonesia.

Pengiriman bantuan dipimpin langsung Penasehat Utama dan Owner PT DLU, Ir H Bambang Haryo Soekartono M I Pol (BHS). Ia didampingi Direktur Utama PT DLU Erwin H Poedjono SE serta Direktur Keuangan PT DLU sekaligus Ketua DPP Gapasdap, Khoiri Soetomo SE.

Bantuan tersebut dihimpun dari berbagai sumber, di antaranya sumbangan pribadi Bambang Haryo Soekartono, program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT DLU Holding, asosiasi Gapasdap, serta dukungan sejumlah mitra usaha dan perusahaan ekspedisi yang selama ini bekerja sama dengan DLU.

Direktur Utama PT DLU Erwin Poedjono mengatakan, bantuan tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang masih menjalani proses pemulihan setelah bencana.

“Ini untuk bantuan korban bencana di Nagekeo yang berjumlah 12 truk. Bantuan ini berasal dari PT DLU Holding,” ujar Erwin, Selasa (25/8/2026).

Menurut Erwin, bantuan yang dikirim tidak hanya berupa kebutuhan pangan, tetapi juga menyasar kebutuhan kelompok rentan di lokasi pengungsian, seperti bayi, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Sejumlah kebutuhan pokok yang disalurkan antara lain beras, makanan instan, gula pasir, kopi, teh, minyak goreng, serta berbagai kebutuhan sehari-hari lainnya.

Untuk bayi dan balita, DLU turut menyalurkan popok, kebutuhan khusus, serta obat-obatan generik untuk membantu memenuhi kebutuhan kesehatan dasar. 

Selain itu, bantuan juga mencakup toilet portabel dan genset berkapasitas besar untuk mendukung aktivitas di lokasi pengungsian. “Bantuan ini juga mencakup kebutuhan pokok bayi, balita, ibu hamil dan ibu menyusui,” kata Erwin.

Perhatian DLU juga diarahkan kepada anak-anak yang terdampak gempa. Sejumlah buku, alat tulis, mainan, dan buku bergambar turut disertakan dalam bantuan.

Perlengkapan tersebut diharapkan dapat membantu anak-anak tetap belajar dan melakukan aktivitas edukatif meskipun harus menjalani keseharian di lokasi pengungsian.

“Ada buku, alat tulis, mainan, dan buku bergambar. Tujuannya agar anak-anak yang berada di posko pengungsian bisa tetap belajar menulis dan membaca,” jelas Erwin.

Erwin memastikan penyaluran bantuan tidak hanya dilakukan di posko utama. Bantuan akan diteruskan ke sejumlah posko pengungsian di wilayah terdampak untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi secara tepat sasaran.

“Bantuan ini akan kami serahkan langsung ke setiap posko agar tepat sasaran,” tegasnya.

Sementara itu, Penasehat Utama dan Owner PT DLU, Ir H Bambang Haryo Soekartono M I Pol (BHS) menyoroti kondisi infrastruktur di Nagekeo yang terdampak gempa. Salah satu infrastruktur yang menjadi perhatian adalah Pelabuhan Marapokot.

Menurut BHS, pelabuhan tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas barang serta distribusi logistik melalui jalur laut. Karena itu, pemulihan Pelabuhan Marapokot dinilai penting dalam proses penanganan pascabencana.

BHS menyatakan akan mendorong Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pekerjaan Umum untuk mempercepat langkah perbaikan maupun pembangunan kembali infrastruktur yang mengalami kerusakan akibat gempa.

“Infrastruktur yang rusak dan belum dilaksanakan pembangunannya, itu kami tetap mendesak agar mempercepat pemulihan. Tentu juga untuk mengalihkan prioritas kerusakan setiap infrastruktur,” tegas Bambang.

Ia menilai pemulihan Pelabuhan Marapokot akan membantu memastikan distribusi logistik melalui jalur laut berjalan lebih lancar, terutama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.

“Pemulihan kembali Pelabuhan Marapokot itu bertujuan agar mobilitas logistik lewat laut bisa berjalan lancar dan tidak terhambat. Di lain sisi, jalan dan jembatan yang rusak juga harus menjadi prioritas,” ujarnya.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut