get app
inews
Aa Text
Read Next : Viral Remaja Bugil Terima Pesanan Ojol di Sidoarjo, Polisi dan Dinkes Turun Tangan

Viral 522 Pelajar Sidoarjo Terjangkit HIV/AIDS, Dinkes Bongkar Fakta Mengejutkan

Kamis, 23 Juli 2026 | 20:38 WIB
header img
Dinkes Sidoarjo meluruskan kabar viral yang menyebut 522 pelajar terjangkit HIV/AIDS. Data resmi mencatat hanya 60 kasus pada usia 11-17 tahun sejak 2001 hingga 2026. Foto iNewsSurabaya.id/pram

SIDOARJO, iNewsSurabaya.id – Kabar yang beredar di media sosial mengenai 522 pelajar di Kabupaten Sidoarjo terjangkit HIV/AIDS dipastikan tidak benar. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo menegaskan angka tersebut tidak sesuai dengan data resmi yang dimiliki pemerintah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, Lakhsmie Herawati Yuwantina, menyatakan data yang beredar telah menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Berdasarkan pencatatan resmi Dinkes, jumlah pelajar usia 11 hingga 17 tahun yang terdiagnosis HIV/AIDS sejak 2001 hingga 2026 tercatat 60 orang.

"Dari total tersebut, tujuh orang telah meninggal dunia, sehingga jumlah penyintas yang masih tercatat saat ini sebanyak 53 orang," ujar Lakhsmie usai menghadiri kegiatan bersama Yayasan Delta Crisis Center di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo, Kamis (23/7/2026).

Ia menegaskan, informasi yang menyebut terdapat 522 pelajar di Sidoarjo terpapar HIV/AIDS bukan berasal dari data resmi Dinas Kesehatan dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Selain memaparkan data pada kelompok pelajar, Dinkes juga mengungkap kondisi kasus HIV/AIDS pada kelompok usia 0 hingga 10 tahun. Sejak tahun 2001 hingga 2026, tercatat 117 anak dalam rentang usia tersebut didiagnosis mengidap HIV/AIDS.

Dari jumlah itu, 35 anak telah meninggal dunia, sedangkan 50 anak berstatus lost to follow up, sehingga keberadaan maupun kondisi mereka belum dapat dipastikan.

"Dari kelompok yang lost to follow up ini kami tidak mengetahui apakah mereka telah meninggal dunia, berpindah domisili, atau terdapat kondisi lainnya," jelas Lakhsmie.

Sementara itu, sebanyak 32 anak usia 0 hingga 10 tahun masih menjalani Antiretroviral Therapy (ARV) secara rutin. Terapi ini merupakan pengobatan yang bertujuan menekan perkembangan virus HIV sehingga kualitas hidup penyintas tetap terjaga.

Dinkes Kabupaten Sidoarjo mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar di media sosial. Warga diminta selalu mengacu pada data resmi dari instansi pemerintah agar tidak memicu keresahan maupun memperkuat stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHIV).

Menurut Dinkes, penyebaran informasi yang akurat sangat penting agar upaya pencegahan, deteksi dini, dan pendampingan terhadap penyintas HIV/AIDS dapat berjalan secara efektif tanpa menimbulkan diskriminasi di masyarakat.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut