get app
inews
Aa Text
Read Next : Lalu Lintas Surabaya-Mojokerto Lumpuh Total Usai Bus PO Mira Adu Banteng, Antrean Mengular

Cara Unik Rayakan Muharram di Sidoarjo, Anak Yatim Belajar Kelola Sampah hingga Jadi Kompos

Senin, 29 Juni 2026 | 05:19 WIB
header img
Muharram di Sidoarjo diisi aksi peduli lingkungan. Sebanyak 30 anak yatim belajar memilah sampah, membuat kompos, dan menanamkan kepedulian terhadap bumi sejak dini. Foto iNewsSurabaya.id/ist

SIDOARJO, iNewsSurabaya.id – Bulan Muharram di Kabupaten Sidoarjo tahun ini diperingati dengan cara yang berbeda. Tak hanya menjadi momentum berbagi kepada anak yatim, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk menanamkan kesadaran menjaga lingkungan sejak usia dini melalui edukasi pengelolaan sampah.

Semangat tersebut diwujudkan dalam kegiatan Muharram Green Action – Edu Aksi Pilah Sampah yang berlangsung di Kampung Edukasi Sampah (KES), Sekardangan, Sidoarjo. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Lembaga Manajemen Infaq (LMI) bersama Kampung Edukasi Sampah.

Sebanyak 30 anak yatim jenjang SD dan SMP mengikuti kegiatan yang mengombinasikan santunan dengan pembelajaran lingkungan. Konsep ini memberikan pengalaman baru bagi peserta karena mereka tidak hanya menerima bantuan sosial, tetapi juga memperoleh pengetahuan praktis tentang pengelolaan sampah.


Muharram di Sidoarjo diisi aksi peduli lingkungan. Sebanyak 30 anak yatim belajar memilah sampah, membuat kompos, dan menanamkan kepedulian terhadap bumi sejak dini. Foto iNewsSurabaya.id/ist

Selama kegiatan berlangsung, para peserta didampingi Kader Muda Lingkungan Kampung Edukasi Sampah untuk mengenal berbagai jenis sampah, mulai dari organik, anorganik, limbah B3 hingga residu. Anak-anak juga diajak mempraktikkan secara langsung pembuatan kompos menggunakan metode Takakura dan komposter aerob sebagai solusi sederhana mengurangi sampah rumah tangga.

Suasana belajar dibuat semakin menyenangkan melalui beragam permainan edukatif, seperti ular tangga bertema lingkungan, permainan engklek, aktivitas motorik kasar, hingga belajar mengenal arah mata angin menggunakan kompas. Pendekatan belajar sambil bermain dinilai mampu membuat anak-anak lebih mudah memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Salah seorang peserta, Elvan Zahim Muslim, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru selama mengikuti kegiatan tersebut.

"Saya baru tahu kalau sampah harus dipilah. Ternyata membuat kompos juga tidak sulit. Sepulang dari sini saya ingin mulai memilah sampah di rumah supaya lingkungan menjadi lebih bersih," ujarnya dengan antusias.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut