get app
inews
Aa Text
Read Next : Lalu Lintas Surabaya-Mojokerto Lumpuh Total Usai Bus PO Mira Adu Banteng, Antrean Mengular

Cara Unik Rayakan Muharram di Sidoarjo, Anak Yatim Belajar Kelola Sampah hingga Jadi Kompos

Senin, 29 Juni 2026 | 05:19 WIB
header img
Muharram di Sidoarjo diisi aksi peduli lingkungan. Sebanyak 30 anak yatim belajar memilah sampah, membuat kompos, dan menanamkan kepedulian terhadap bumi sejak dini. Foto iNewsSurabaya.id/ist

Marketing and Partnership Director Laznas LMI, Ozy Riyanto, mengatakan Muharram merupakan momentum yang tepat untuk menanamkan nilai kepedulian dan tanggung jawab kepada generasi muda.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya memberikan santunan kepada anak yatim, tetapi juga membekali mereka dengan wawasan mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

"Kolaborasi ini menunjukkan bahwa kepedulian sosial dan kepedulian terhadap bumi dapat berjalan beriringan dalam membentuk generasi yang memiliki karakter kuat," katanya.

Sementara itu, Koordinator Kader Muda Lingkungan Kampung Edukasi Sampah, Adissya Elma Fitriyah, menilai pembelajaran berbasis pengalaman langsung jauh lebih efektif dibandingkan sekadar teori.

Ia menjelaskan, ketika anak-anak mempraktikkan sendiri cara memilah sampah, membuat kompos, dan mengikuti berbagai permainan edukatif, mereka akan lebih mudah membangun kebiasaan positif yang bisa diterapkan di rumah.

Pegiat Lingkungan Kampung Edukasi Sampah, Edi Priyanto, menambahkan perubahan perilaku masyarakat harus dibangun melalui pengalaman yang menyenangkan sehingga meninggalkan kesan mendalam bagi anak-anak.

Menurut Edi, anak-anak merupakan agen perubahan yang mampu menularkan kebiasaan baik kepada keluarga maupun lingkungan sekitarnya. Karena itu, Kampung Edukasi Sampah terus mendorong kolaborasi antara lembaga sosial, komunitas, dan masyarakat untuk menghadirkan dampak yang berkelanjutan.

Ia juga menyebut kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat Green Human Capital dan Green Social Capital, yakni membangun masyarakat yang memiliki pengetahuan, keterampilan, kepedulian, serta budaya gotong royong dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Melalui edukasi sejak usia dini, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya peduli terhadap kebersihan lingkungan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial serta kesadaran untuk menjaga bumi demi masa depan yang lebih baik.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut