Cara Unik Rayakan Muharram di Sidoarjo, Anak Yatim Belajar Kelola Sampah hingga Jadi Kompos
SIDOARJO, iNewsSurabaya.id – Bulan Muharram di Kabupaten Sidoarjo tahun ini diperingati dengan cara yang berbeda. Tak hanya menjadi momentum berbagi kepada anak yatim, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk menanamkan kesadaran menjaga lingkungan sejak usia dini melalui edukasi pengelolaan sampah.
Semangat tersebut diwujudkan dalam kegiatan Muharram Green Action – Edu Aksi Pilah Sampah yang berlangsung di Kampung Edukasi Sampah (KES), Sekardangan, Sidoarjo. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Lembaga Manajemen Infaq (LMI) bersama Kampung Edukasi Sampah.
Sebanyak 30 anak yatim jenjang SD dan SMP mengikuti kegiatan yang mengombinasikan santunan dengan pembelajaran lingkungan. Konsep ini memberikan pengalaman baru bagi peserta karena mereka tidak hanya menerima bantuan sosial, tetapi juga memperoleh pengetahuan praktis tentang pengelolaan sampah.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta didampingi Kader Muda Lingkungan Kampung Edukasi Sampah untuk mengenal berbagai jenis sampah, mulai dari organik, anorganik, limbah B3 hingga residu. Anak-anak juga diajak mempraktikkan secara langsung pembuatan kompos menggunakan metode Takakura dan komposter aerob sebagai solusi sederhana mengurangi sampah rumah tangga.
Suasana belajar dibuat semakin menyenangkan melalui beragam permainan edukatif, seperti ular tangga bertema lingkungan, permainan engklek, aktivitas motorik kasar, hingga belajar mengenal arah mata angin menggunakan kompas. Pendekatan belajar sambil bermain dinilai mampu membuat anak-anak lebih mudah memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Salah seorang peserta, Elvan Zahim Muslim, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru selama mengikuti kegiatan tersebut.
"Saya baru tahu kalau sampah harus dipilah. Ternyata membuat kompos juga tidak sulit. Sepulang dari sini saya ingin mulai memilah sampah di rumah supaya lingkungan menjadi lebih bersih," ujarnya dengan antusias.
Marketing and Partnership Director Laznas LMI, Ozy Riyanto, mengatakan Muharram merupakan momentum yang tepat untuk menanamkan nilai kepedulian dan tanggung jawab kepada generasi muda.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya memberikan santunan kepada anak yatim, tetapi juga membekali mereka dengan wawasan mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
"Kolaborasi ini menunjukkan bahwa kepedulian sosial dan kepedulian terhadap bumi dapat berjalan beriringan dalam membentuk generasi yang memiliki karakter kuat," katanya.
Sementara itu, Koordinator Kader Muda Lingkungan Kampung Edukasi Sampah, Adissya Elma Fitriyah, menilai pembelajaran berbasis pengalaman langsung jauh lebih efektif dibandingkan sekadar teori.
Ia menjelaskan, ketika anak-anak mempraktikkan sendiri cara memilah sampah, membuat kompos, dan mengikuti berbagai permainan edukatif, mereka akan lebih mudah membangun kebiasaan positif yang bisa diterapkan di rumah.
Pegiat Lingkungan Kampung Edukasi Sampah, Edi Priyanto, menambahkan perubahan perilaku masyarakat harus dibangun melalui pengalaman yang menyenangkan sehingga meninggalkan kesan mendalam bagi anak-anak.
Menurut Edi, anak-anak merupakan agen perubahan yang mampu menularkan kebiasaan baik kepada keluarga maupun lingkungan sekitarnya. Karena itu, Kampung Edukasi Sampah terus mendorong kolaborasi antara lembaga sosial, komunitas, dan masyarakat untuk menghadirkan dampak yang berkelanjutan.
Ia juga menyebut kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat Green Human Capital dan Green Social Capital, yakni membangun masyarakat yang memiliki pengetahuan, keterampilan, kepedulian, serta budaya gotong royong dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Melalui edukasi sejak usia dini, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya peduli terhadap kebersihan lingkungan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial serta kesadaran untuk menjaga bumi demi masa depan yang lebih baik.
Editor : Arif Ardliyanto