get app
inews
Aa Text
Read Next : 9 Peserta Disabilitas Berprestasi Ikuti Tes UTBK di UNESA Surabaya, Ada Pendamping Khusus!

Cerita Devi usai Ikut Pelatihan K3 Disabilitas di Surabaya, Lebih Siap Hadapi Bahaya Saat Kerja

Jum'at, 24 Juli 2026 | 07:20 WIB
header img
Pengalaman peserta disabilitas mengikuti pelatihan K3 inklusif DK3P Jawa Timur di Surabaya. Mereka belajar mitigasi risiko, simulasi kebakaran, hingga siap menghadapi kondisi darurat. (Foto iNewsSurabaya.id/Istimewa).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Bagi Devi, pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang digelar Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Provinsi (DK3P) Jawa Timur menjadi pengalaman yang berbeda dari pelatihan yang pernah diikutinya. Selama ini ia lebih banyak menerima pelatihan keterampilan kerja, namun belum pernah mendapatkan edukasi mendalam tentang cara melindungi diri saat bekerja.

Pengalaman itu ia rasakan saat mengikuti Disabilitas Awareness K3 bertema "K3 Inklusif: Keselamatan Tanpa Batas, Kesempatan Tanpa Diskriminasi" di Batik Wistara, Kecamatan Rungkut, Surabaya. Bersama sekitar 30 penyandang disabilitas lainnya, Devi tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga merasakan langsung simulasi menghadapi kondisi darurat.

"Sekarang saya jadi lebih memahami cara mengenali bahaya, melindungi diri, dan mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika terjadi keadaan darurat. Kami merasa dihargai karena mendapatkan kesempatan belajar yang sama," ujar Devi.


Pengalaman peserta disabilitas mengikuti pelatihan K3 inklusif DK3P Jawa Timur di Surabaya. Mereka belajar mitigasi risiko, simulasi kebakaran, hingga siap menghadapi kondisi darurat. Foto iNewsSurabaya.id/ist

Bagi para peserta, pelatihan ini memberikan rasa percaya diri baru. Mereka belajar bahwa keselamatan kerja merupakan hak setiap pekerja tanpa memandang kondisi fisik.

Batik Wistara yang berada di bawah naungan Yayasan AORA selama ini menjadi pusat pelatihan sekaligus pemberdayaan penyandang disabilitas. Karena itu, edukasi mengenai keselamatan kerja dinilai menjadi bekal penting sebelum mereka terjun ke dunia kerja.

Pelatihan diawali dengan safety induction yang memperkenalkan tata tertib kegiatan, jalur evakuasi, titik kumpul (assembly point), hingga prosedur keselamatan yang harus dipatuhi peserta. Setelah itu, peserta mendapatkan materi mengenai identifikasi potensi bahaya, pengendalian risiko, perilaku kerja aman, serta pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang ramah bagi penyandang disabilitas.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut