get app
inews
Aa Text
Read Next : 9 Peserta Disabilitas Berprestasi Ikuti Tes UTBK di UNESA Surabaya, Ada Pendamping Khusus!

Cerita Devi usai Ikut Pelatihan K3 Disabilitas di Surabaya, Lebih Siap Hadapi Bahaya Saat Kerja

Jum'at, 24 Juli 2026 | 07:20 WIB
header img
Pengalaman peserta disabilitas mengikuti pelatihan K3 inklusif DK3P Jawa Timur di Surabaya. Mereka belajar mitigasi risiko, simulasi kebakaran, hingga siap menghadapi kondisi darurat. (Foto iNewsSurabaya.id/Istimewa).

Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para peserta aktif berbagi cerita tentang tantangan yang mereka hadapi selama bekerja maupun saat menjalani pelatihan keterampilan. Diskusi tersebut membuka berbagai solusi agar sistem keselamatan di tempat kerja semakin mudah diakses oleh semua pekerja.

Puncak kegiatan berlangsung saat peserta mengikuti simulasi kebakaran. Mereka mempraktikkan prosedur penyelamatan diri, menggunakan jalur evakuasi, hingga berlatih berkoordinasi ketika menghadapi situasi darurat. Simulasi itu menjadi pengalaman pertama bagi sebagian peserta dalam menghadapi skenario bencana di lingkungan kerja.

Wakil Ketua DK3P Jawa Timur, Edi Priyanto, menegaskan bahwa keselamatan kerja merupakan hak dasar seluruh pekerja, termasuk penyandang disabilitas.

"K3 merupakan hak dasar setiap pekerja, termasuk penyandang disabilitas. Karena itu penerapan K3 harus bersifat inklusif dengan memastikan setiap pekerja memperoleh perlindungan, akses informasi, kesempatan mengikuti pelatihan, serta fasilitas keselamatan yang dapat dijangkau oleh semua tanpa diskriminasi," katanya.

Menurut Edi, perusahaan tidak cukup hanya membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas. Lingkungan kerja juga harus dirancang aman, sehat, mudah diakses, serta siap menghadapi berbagai kondisi darurat.

"Ketika sebuah perusahaan mampu melindungi pekerja disabilitas dengan baik, sesungguhnya standar keselamatan bagi seluruh pekerja ikut meningkat. Keselamatan tanpa batas bukan sekadar slogan, tetapi komitmen agar tidak ada seorang pun yang tertinggal dalam memperoleh perlindungan di tempat kerja," ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan pihak Batik Wistara. Perwakilan manajemen, Yosi, menilai kolaborasi bersama DK3P Jawa Timur menjadi langkah penting untuk membangun budaya keselamatan di lingkungan kerja yang mempekerjakan penyandang disabilitas.

Menurutnya, pelatihan tersebut bukan sekadar memberikan pengetahuan, tetapi juga menjadi bentuk pengakuan bahwa penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk memperoleh perlindungan keselamatan saat bekerja.

Sebagai bentuk dukungan nyata, DK3P Jawa Timur menyerahkan sejumlah fasilitas keselamatan berupa Alat Pemadam Api Ringan (APAR), kotak P3K, stiker jalur evakuasi, dan stiker titik kumpul kepada Batik Wistara. Bantuan tersebut diharapkan semakin memperkuat penerapan budaya K3 yang inklusif sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang aman bagi seluruh pekerja.

Melalui kegiatan ini, DK3P Jawa Timur berharap konsep "K3 Inklusif: Keselamatan Tanpa Batas, Kesempatan Tanpa Diskriminasi" dapat diterapkan lebih luas di berbagai sektor usaha. Sebab, tempat kerja yang aman bukan hanya yang memenuhi aturan, tetapi juga yang mampu memberikan perlindungan kepada setiap pekerja tanpa terkecuali.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut