Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Investor Asing Dibidik di Singapura, Jawa Timur Buka Peluang dari Kawasan Industri hingga Proyek AI
Advertisement . Scroll to see content

Perdagangan Jawa Tengah Tumbuh, Verifikasi Layanan Impor Lebih Cepat dari Biasanya di Semarang

Rabu, 29 Juli 2026 | 15:12 WIB
  • author Arif Ardliyanto
Perdagangan Jawa Tengah Tumbuh, Verifikasi Layanan Impor Lebih Cepat dari Biasanya di Semarang
KSO SCISI membuka kantor representatif di Semarang untuk mempercepat layanan verifikasi teknis impor, mendukung pertumbuhan industri, logistik, dan perdagangan di Jawa Tengah. Foto iNewsSurabaya.id/tangkap layar

SEMARANG, iNewsSurabaya.id – Aktivitas perdagangan dan impor di Jawa Tengah terus menunjukkan tren pertumbuhan seiring berkembangnya kawasan industri dan logistik di berbagai daerah. Kondisi ini mendorong kebutuhan layanan verifikasi teknis impor yang lebih cepat, mudah diakses, dan efisien bagi para pelaku usaha.

Menjawab kebutuhan tersebut, KSO SCISI resmi membuka kantor representatif pemasaran di Jalan Pemuda Nomor 171, Sekayu, Kota Semarang, Rabu (29/7/2026). Kehadiran kantor baru ini diharapkan mampu mempercepat proses verifikasi penelusuran teknis impor sekaligus memperkuat layanan kepada importir di wilayah Jawa Tengah.

Pimpinan KSO SCISI, Feruz Robby Nugraha, mengatakan pembukaan kantor representatif merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperluas jangkauan layanan di daerah yang memiliki potensi besar pada sektor perdagangan, industri, dan aktivitas impor.

Menurutnya, Jawa Tengah menjadi salah satu wilayah dengan perkembangan ekonomi yang cukup pesat sehingga membutuhkan dukungan layanan yang responsif dan profesional.

"Ini merupakan salah satu langkah strategis dalam memperluas jangkauan layanan kami, khususnya di Jawa Tengah yang memiliki potensi perdagangan dan aktivitas impor yang terus berkembang," ujar Feruz.

Ia menilai dinamika perdagangan saat ini menuntut proses pelayanan yang semakin efektif, akuntabel, dan mudah dijangkau. Karena itu, keberadaan kantor representatif di Semarang diharapkan dapat memangkas waktu pelayanan sekaligus memudahkan pelaku usaha dalam memperoleh layanan verifikasi teknis impor.

"Kami ingin memastikan proses verifikasi penelusuran teknis impor dapat berjalan lebih cepat dan lebih mudah diakses oleh pelaku usaha, sehingga pelayanan yang diberikan semakin efektif dan profesional," katanya.

Selain mempercepat pelayanan, kantor representatif tersebut juga diharapkan menjadi sarana memperkuat komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk asosiasi pelaku usaha di bidang perdagangan dan impor. Sinergi tersebut dinilai penting untuk menciptakan ekosistem layanan yang semakin baik dan mendukung kelancaran aktivitas bisnis.

Feruz menambahkan, pembukaan kantor di Semarang juga menjadi bagian dari penguatan kolaborasi seluruh entitas dalam ekosistem IDSurvey. Melalui sinergi tersebut, kualitas layanan testing, inspection, and certification (TIC) diharapkan semakin meningkat serta mampu memperkuat daya saing perusahaan di tingkat regional.

Saat ini, IDSurvey tercatat sebagai perusahaan TIC terbesar di Indonesia dan berada di posisi keenam di kawasan Asia Pasifik. Perusahaan menargetkan peningkatan peringkat menjadi empat besar di kawasan tersebut melalui penguatan layanan dan kolaborasi yang berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) Jawa Tengah, Budi Atmoko, menilai pembukaan kantor representatif KSO SCISI merupakan langkah yang tepat di tengah pesatnya perkembangan kawasan industri dan logistik di Jawa Tengah, termasuk Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).

Menurut Budi, meningkatnya aktivitas industri secara otomatis mendorong kebutuhan layanan verifikasi teknis impor yang lebih dekat dan mudah dijangkau para pelaku usaha.

"Kehadiran kantor ini sangat tepat. Jawa Tengah kini berkembang dengan adanya kawasan logistik dan industri, termasuk di Batang dan sekitarnya. Kondisi ini membuat kebutuhan terhadap layanan verifikasi teknis impor juga semakin meningkat," ujarnya.

Ia berharap layanan serupa dapat diperluas ke kawasan industri lainnya di Jawa Tengah. Dengan akses layanan yang semakin dekat, para importir diyakini akan lebih mudah mengurus proses verifikasi berbagai komoditas, mulai dari baja, tekstil, hingga produk industri lainnya, sehingga dapat mendukung pertumbuhan sektor perdagangan dan industri di wilayah tersebut.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut