Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Terjawab, Ini Sosok Rais Aam PBNU 2026-2031 Hasil Musyawarah 9 Kiai AHWA
Advertisement . Scroll to see content

Kiai Jombang Beberkan Alasan Ketua PBNU Sebaiknya dari Keturunan Pendiri NU, Gus Irfan Jadi Sorotan

Minggu, 02 Agustus 2026 | 11:56 WIB
  • author Zainul Arifin
Kiai Jombang Beberkan Alasan Ketua PBNU Sebaiknya dari Keturunan Pendiri NU, Gus Irfan Jadi Sorotan
Pengasuh Pesantren Attahzib Jombang KH Ahmad Masruh berharap Muktamar ke-35 NU melahirkan Ketua Umum PBNU terbaik. Menurutnya, keturunan pendiri NU memiliki tanggung jawab moral menjaga organisasi. Foto iNewsSurabaya.id/Zainul

Soroti Pengalaman Gus Irfan di Pemerintahan

Di antara nama-nama yang beredar, Kiai Masruh secara khusus menyoroti sosok Gus Irfan. Menurutnya, pengalaman memimpin di pemerintahan menjadi modal penting untuk membawa NU menghadapi tantangan yang semakin kompleks.

Ia menilai keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini menjadi salah satu indikator kapasitas kepemimpinan Gus Irfan.

"Gus Irfan memiliki pengalaman yang luas. Beliau juga keturunan pendiri NU dan saat ini dipercaya menjadi Menteri Haji. Itu menunjukkan kapasitas dan kepercayaan yang diberikan negara kepada beliau. Saya bertemu dengan beberapa jemaah haji yang mengatakan bahwa pelaksanaan haji tahun ini berjalan baik dan nyaman. Itu tentu menjadi prestasi yang patut diapresiasi," katanya.

Meski demikian, Kiai Masruh kembali menegaskan bahwa siapa pun berhak memimpin PBNU selama memiliki kemampuan, integritas, dan mendapat mandat dari para muktamirin.

"Saya yakin para muktamirin dan para pemilih itu orang-orang baik dan orang-orang yang memiliki pengetahuan. Mereka tentu bisa menentukan siapa yang paling tepat memimpin NU ke depan," ujarnya.

Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang. Forum lima tahunan tersebut diharapkan tidak hanya memilih ketua umum baru, tetapi juga menghasilkan keputusan strategis yang memperkuat peran NU di bidang keagamaan, pendidikan, sosial, hingga kebangsaan.

Menurut Kiai Masruh, dinamika masyarakat yang terus berkembang menuntut NU mampu menghadirkan kebijakan yang adaptif tanpa meninggalkan nilai-nilai perjuangan para pendiri organisasi.

"Semoga Muktamar berjalan baik, aman, tertib, dan menghasilkan kesepakatan-kesepakatan yang membawa kemaslahatan bagi warga Nahdliyin. Harapannya NU semakin maju, semakin kuat, semakin dipercaya masyarakat, dan membawa keberkahan bagi umat," tuturnya.

Ia menutup dengan doa agar Muktamar ke-35 NU menghasilkan pemimpin terbaik yang mampu membawa organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut semakin maju dan memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan negara.

"Saya hanya bisa mendoakan. Semoga terpilih pemimpin yang mampu membawa NU semakin baik, semakin maju, dan semakin dipercaya oleh masyarakat," pungkasnya.

Selain sejumlah nama dari kalangan dzurriyah pendiri NU, bursa calon Ketua Umum PBNU juga diramaikan petahana Yahya Cholil Staquf, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfan Mustofa, Gus Yusuf Khudhori dari Pesantren Tegalrejo Magelang, serta sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama lainnya.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut