get app
inews
Aa Text
Read Next : OSIS Jatim Dicetak Jadi Pemimpin Masa Depan, Ini Langkah Dindik

Makam Bung Karno Jadi Titik Awal Hari Pramuka ke-65, Budi Waseso: Jangan Pernah Lupakan Sejarah

Selasa, 04 Agustus 2026 | 18:32 WIB
header img
Ketua Kwarnas Budi Waseso berziarah ke Makam Bung Karno di Blitar menjelang Hari Pramuka ke-65. Ziarah menjadi pengingat sejarah lahirnya Gerakan Pramuka dan penguatan pendidikan karakter. Foto iNewsSurabaya.id/ist

Setelah berziarah di Blitar, rangkaian penghormatan akan berlanjut ke makam Sri Sultan Hamengkubuwono IX yang dikenal sebagai Bapak Pramuka Indonesia. Selanjutnya, rombongan akan mengunjungi makam Presiden Soeharto dan Ibu Tien Soeharto sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka terhadap perkembangan Gerakan Pramuka.

"Lahan Buperta Cibubur yang menjadi kebanggaan Gerakan Pramuka saat ini merupakan wujud dukungan besar Presiden Soeharto dan Ibu Tien Soeharto. Tanpa jasa mereka, Gerakan Pramuka mungkin tidak memiliki kawasan perkemahan nasional sebesar yang kita miliki sekarang," tuturnya.

Budi Waseso menilai Gerakan Pramuka hingga kini tetap menjadi salah satu sarana pendidikan karakter yang relevan. Melalui berbagai aktivitas kepramukaan, nilai-nilai Pancasila, kepemimpinan, disiplin, dan cinta tanah air terus ditanamkan kepada generasi muda.

"Pramuka adalah wadah pendidikan karakter yang paling lengkap. Di sinilah nilai-nilai Pancasila ditanamkan sejak usia muda. Karena itu, kita harus terus menyemangati generasi muda untuk aktif mengikuti kegiatan kepramukaan, sebab merekalah calon pemimpin bangsa di masa depan," tegasnya.

Ia juga memastikan pendidikan kepramukaan akan terus diperkuat melalui pengembangan kurikulum agar mampu mengikuti perkembangan zaman dan kebutuhan generasi muda.

Sementara itu, Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur, Kak Arum Sabil, menyebut Blitar memiliki makna khusus bagi Gerakan Pramuka. Kawasan Makam Bung Karno dan Istana Gebang dinilai menjadi ruang refleksi untuk menanamkan semangat nasionalisme kepada generasi penerus.

"Kehadiran Ketua Kwarnas di Blitar meneguhkan bahwa Gerakan Pramuka tidak pernah terlepas dari sejarah perjuangan bangsa. Dari tempat inilah kita belajar bahwa membangun Indonesia membutuhkan semangat, keteladanan, dan perjuangan yang tidak pernah berhenti," ujar Arum Sabil.

Menurutnya, di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi, Gerakan Pramuka dituntut tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga menghadirkan metode pendidikan yang adaptif terhadap tantangan era digital.

"Pramuka harus hadir di tengah perkembangan zaman. Kita perlu melestarikan sejarah sekaligus menghadirkan pendidikan kepramukaan yang relevan dengan kebutuhan generasi masa kini. Anak-anak muda harus memahami akar sejarah bangsanya agar memiliki pijakan kuat dalam menghadapi masa depan," katanya.

Arum menegaskan, ziarah ke Makam Bung Karno menjadi pengingat bahwa peringatan Hari Pramuka ke-65 bukan sekadar seremoni tahunan. Momentum tersebut diharapkan mampu memperkuat komitmen Gerakan Pramuka dalam membentuk generasi yang berkarakter, berjiwa nasionalis, serta siap mengabdi untuk Indonesia.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut