Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Ingin Berburu Emas Murah, Lelang di Surabaya Tawarkan Perhiasan di Bawah Harga Pasar, Cek Waktunya
Advertisement . Scroll to see content

Harga Emas Turun, Investor Jangka Pendek Mulai Jual Aset, Minat Menabung di Jatim Tetap Bertahan

Rabu, 05 Agustus 2026 | 06:18 WIB
  • author Arif Ardliyanto
Harga Emas Turun, Investor Jangka Pendek Mulai Jual Aset, Minat Menabung di Jatim Tetap Bertahan
Pelemahan harga emas mendorong sebagian investor di Jawa Timur menjual aset untuk meraih keuntungan. Namun, Pegadaian mengungkap minat masyarakat menabung emas dan investasi jangka panjang tetap stabil meski harga berfluktuasi. Foto iNewsSurabaya.id/arif

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Pelemahan harga emas dalam beberapa waktu terakhir memicu perubahan perilaku sebagian investor di Jawa Timur. Sejumlah pemilik logam mulia mulai melepas asetnya untuk merealisasikan keuntungan setelah harga emas sebelumnya sempat berada di level tinggi. Meski demikian, minat masyarakat menjadikan emas sebagai instrumen tabungan dan investasi jangka panjang dinilai masih tetap kuat.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa pergerakan harga emas tidak selalu direspons dengan aksi jual secara menyeluruh. Di tengah fluktuasi pasar, masyarakat yang berorientasi pada investasi jangka panjang masih memandang emas sebagai aset yang mampu menjaga nilai kekayaan.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil XII Surabaya, Ahmad Zaenudin, mengatakan tren transaksi emas di Jawa Timur sepanjang semester pertama 2026 memperlihatkan adanya perbedaan perilaku antara investor jangka pendek dan masyarakat yang menabung emas secara rutin.

Menurutnya, penurunan harga yang terjadi saat ini merupakan bagian dari siklus pasar setelah emas mengalami kenaikan cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut mendorong sebagian investor mengambil keuntungan dengan menjual emas yang telah dimiliki.

"Ketika harga emas sudah tinggi, tentu ada masyarakat yang memutuskan menjual karena sudah mendapatkan keuntungan. Itu hal yang logis. Namun, kami melihat minat masyarakat untuk memiliki emas sebagai tabungan maupun investasi jangka panjang masih tetap stabil," ujar Ahmad Zaenudin.

Ia menjelaskan, mayoritas masyarakat yang menjadi nasabah tidak membeli emas untuk melakukan transaksi jual beli dalam waktu singkat. Sebaliknya, emas lebih banyak dimanfaatkan sebagai instrumen penyimpanan nilai yang relatif aman di tengah dinamika ekonomi.

"Kalau yang memiliki pola pikir trading memang mulai berkurang. Tetapi masyarakat yang membeli emas untuk menabung, investasi, maupun kebutuhan perhiasan masih tetap ada," katanya.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut