Kampus Surabaya Ini Dilirik Korea Selatan, Kolaborasi Internasional Siapkan Inovasi Pertanian
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Perkembangan teknologi pertanian yang semakin pesat mendorong perguruan tinggi untuk memperkuat kolaborasi di tingkat internasional. Menjawab tantangan tersebut, Universitas Wijaya Putra (UWP) menjalin kerja sama strategis dengan Asian Cultural Landscape Association (ACLA) dari Korea Selatan guna mengembangkan pertanian berkelanjutan yang berpadu dengan pelestarian lanskap budaya.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Fakultas Pertanian (FP) UWP dan ACLA di Kampus UWP Benowo, Kamis (6/8/2026). Kesepakatan ini menjadi langkah penting dalam memperluas jejaring akademik internasional sekaligus memperkuat implementasi Tridharma Perguruan Tinggi melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta program Impactful UWP.
Kolaborasi ini membuka ruang bagi kedua institusi untuk mengembangkan berbagai program bersama, mulai dari penyusunan rekomendasi kebijakan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pertukaran praktik terbaik, edukasi publik, hingga dukungan teknis dalam pengembangan lanskap budaya sebagai bagian dari pertanian berkelanjutan.

Wakil Rektor I UWP, Dr. Sri Juni Woro Astuti, M.Com., mengatakan kemitraan ini selaras dengan visi UWP sebagai kampus sociopreneur yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Kami ingin menghadirkan solusi nyata melalui pendekatan keilmuan yang berkelanjutan. Kolaborasi dengan ACLA membuka peluang besar untuk mengintegrasikan kearifan lokal dalam pengembangan lanskap budaya, yang pada akhirnya akan mendukung ketahanan pangan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat," ujarnya.
Penandatanganan MoA turut dihadiri Dekan Fakultas Pertanian UWP, Dr. Heri Susanto, SP., MM., serta Vice President of ACLA, Dr. Ray March Syahadat, Ph.D., yang datang langsung mewakili organisasi tersebut.
Menurut Heri Susanto, kerja sama internasional ini akan memberikan pengalaman akademik yang lebih luas bagi dosen maupun mahasiswa melalui riset kolaboratif, pertukaran pengetahuan, hingga pengembangan inovasi pertanian yang berorientasi pada keberlanjutan.
"Kami berharap sinergi ini menjadi wadah bagi sivitas akademika untuk meningkatkan kapasitas di bidang pertanian dan pelestarian budaya, sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan di Indonesia," katanya.
Sementara itu, Dr. Ray March Syahadat menilai UWP merupakan mitra strategis di Asia Tenggara yang memiliki komitmen kuat dalam mengembangkan kampus berdampak.
"Penandatanganan MoA ini menjadi langkah strategis ACLA untuk memperluas jejaring kolaborasi di Asia Tenggara. Kami melihat UWP memiliki semangat sociopreneur yang kuat. Melalui kerja sama ini, kami siap mendukung pengembangan kapasitas, pertukaran praktik terbaik, serta berbagai program yang meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya lanskap budaya sebagai sumber daya yang lestari dan produktif," ungkapnya.
Melalui kemitraan internasional tersebut, UWP semakin mempertegas komitmennya menuju World Class University dengan memperluas kolaborasi global yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga menghasilkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, lingkungan, dan sektor pertanian Indonesia.
Editor : Arif Ardliyanto