SMAN 15 Surabaya Lolos Grand Prix Kompetisi Paduan Suara Internasional di Taiwan
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – SMAN 15 Surabaya kembali mengharumkan nama Indonesia di ajang paduan suara internasional.
Pada 2026, tim paduan suara sekolah tersebut berhasil lolos ke babak Grand Prix pada kompetisi paduan suara bergengsi di Taiwan. Mereka juga tampil dalam kompetisi internasional di Jepang.
Pelatih Paduan Suara SMAN 15 Surabaya, Ahmad Yarzik Mubarak, mengatakan capaian itu menjadi salah satu prestasi terbaik yang pernah diraih tim di tingkat Asia.
"Kompetisi internasional ini bukan yang pertama bagi kami. Sejak 2015 kami rutin mengikuti berbagai ajang internasional," ujarnya, Kamis (6/8/2026).
Ahmad menjelaskan, perjalanan tim dimulai dari kompetisi di Praha dan Budapest pada 2015, Italia pada 2017, Budapest pada 2019, Jepang pada 2023, Singapura pada 2024, Singapura dan Taiwan pada 2025, hingga kembali berlaga di Jepang dan Taiwan pada 2026.
Menurutnya, keberhasilan lolos ke Grand Prix di Taiwan menjadi pencapaian istimewa karena kompetisi tersebut merupakan salah satu ajang paduan suara paling kompetitif di Asia.
"Tahun ini menjadi salah satu pencapaian terbaik kami karena berhasil masuk Grand Prix di salah satu kompetisi paling bergengsi di Taiwan," katanya.
Meski demikian, Ahmad menilai prestasi terbaik tim masih terjadi pada 2017. Saat itu, SMAN 15 Surabaya mengikuti dua kompetisi di Italia dan berhasil meraih gelar Grand Champion pada keduanya.
Pada kompetisi di Jepang tahun ini, sekitar 50 tim dari tujuh hingga delapan negara berpartisipasi. Sementara di Taiwan terdapat 47 tim dari delapan negara.
Babak Grand Prix di Taiwan hanya diikuti 10 tim terbaik. SMAN 15 Surabaya menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang bersaing dengan peserta dari Hong Kong, Filipina, Taiwan, dan Jerman.
Bagi Ahmad, pencapaian tersebut memiliki makna khusus. Sebab, ia merupakan alumnus SMAN 15 Surabaya yang kini kembali mengabdi sebagai pelatih.
"Saya merasa punya utang moral kepada sekolah. SMA 15 membentuk karakter saya. Karena itu saya ingin mengabdikan ilmu dan pengalaman kepada adik-adik sebagai bentuk balas jasa kepada guru dan senior," tuturnya.
Selain menjadi pelatih, Ahmad merupakan dosen Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa). Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Kedokteran dan Magister Medical and Health Profession Education.
Editor : Arif Ardliyanto