get app
inews
Aa Text
Read Next : Peminat Garam Ibu Bijak Bertambah, Keuntungan Garsindo Sebagian untuk Lingkungan

Nyaris 50 Tahun, Pengusaha Garam Ini Masih Tangguh, Atlet Eks Kazakhstan Berhasil Ditaklukkan

Jum'at, 07 Agustus 2026 | 07:13 WIB
header img
Yohannes Sugiarto, pendiri PT Garsindo Anugerah Sejahtera, sukses mengalahkan Roy Bernado, atlet Kyokushin berpengalaman bertanding di Kazakhstan, lewat strategi cerdas dan latihan disiplin. Foto iNewsSurabaya.id/arif

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Semangat pantang menyerah ditunjukkan Direktur Utama sekaligus pendiri PT Garsindo Anugerah Sejahtera, Yohannes Sugiarto, S.H., M.M., yang sukses meraih kemenangan dalam ajang karate Kyokushin Full Contact. Di usia yang hampir menginjak 50 tahun, Yohannes berhasil menaklukkan Roy Bernado, atlet Kyokushin yang pernah bertanding di Kazakhstan dan All Japan. 

Kemenangan tersebut menjadi bukti bahwa usia bukan penghalang untuk tetap berprestasi di dunia olahraga, terutama pada cabang karate full contact yang dikenal memiliki tingkat kontak fisik tinggi dan menuntut kondisi fisik prima.

Yohannes mengaku telah menekuni karate sejak masih duduk di bangku SMP. Kecintaannya terhadap olahraga bela diri itu terus dipertahankan hingga sekarang melalui latihan rutin dan disiplin tinggi.

"Saya hampir berusia 50 tahun, tetapi setiap hari tetap berlatih. Saya melakukan sekitar 150 kali squat dan 100 kali push-up setiap hari. Semua itu untuk menempa diri agar tubuh siap menghadapi pertandingan," ujar Yohannes.


Yohannes Sugiarto, pendiri PT Garsindo Anugerah Sejahtera, sukses mengalahkan Roy Bernado, atlet Kyokushin berpengalaman bertanding di Kazakhstan, lewat strategi cerdas dan latihan disiplin. Foto iNewsSurabaya.id/arif

Menurutnya, Kyokushin bukan sekadar olahraga adu kekuatan, tetapi juga sarana membangun karakter, disiplin, serta mental pantang menyerah. Latihan yang konsisten membuat tubuh menjadi lebih kuat sekaligus melatih fokus dalam mengambil keputusan saat bertanding.

Yohannes mengungkapkan bahwa dirinya sempat tertantang ketika mengetahui salah satu lawan yang akan dihadapinya adalah Roy Bernado, atlet yang memiliki pengalaman bertanding hingga Kazakhstan.

Ia menyadari secara postur tubuh lawannya jauh lebih besar. Karena itu, ia memilih menerapkan strategi berbeda daripada harus terlibat adu pukulan.

"Saya melihat tangan lawan sangat besar. Kalau saya memaksakan adu pukulan, tentu saya bisa kalah. Karena itu saya memilih menyerang dengan tendangan ke arah kepala yang memang menjadi celah pertahanannya," ungkapnya.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut