Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Bukan Sekadar Lomba 17-an, Karyawan Perusahaan Garam di Gresik Adu Strategi, Fokus hingga Kekompakan
Advertisement . Scroll to see content

Jangan Asal Investasi, Industri Jatim Diingatkan Soal Balik Modal Bisnis di Era Transisi Energi

Jum'at, 11 September 2026 | 07:12 WIB
  • author Arif Ardliyanto
Jangan Asal Investasi, Industri Jatim Diingatkan Soal Balik Modal Bisnis di Era Transisi Energi
Transisi energi Jawa Timur membutuhkan investasi jangka panjang, regulasi, pendanaan strategis, dan kolaborasi pemerintah-industri agar tetap menguntungkan dan berkelanjutan. Foto iNewsSurabaya.id/arif

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Transisi energi di Jawa Timur tidak cukup hanya mengandalkan perubahan teknologi. Di balik upaya mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil, dunia industri juga dihadapkan pada pertanyaan penting: seberapa besar investasi yang dibutuhkan dan kapan manfaat ekonominya mulai dirasakan?

President Director PT Garsindo Anugerah Sejahtera, Yohannes Sugiarto, SH., MM, mengatakan keputusan investasi di sektor transisi energi harus disusun dengan perhitungan jangka panjang. Perusahaan tidak bisa hanya melihat besarnya modal yang harus dikeluarkan, tetapi juga perlu menghitung biaya operasional, potensi pendapatan hingga waktu pengembalian investasi.

Menurut Yohannes, aspek keekonomian menjadi salah satu kunci agar investasi transisi energi tidak berhenti sebagai rencana. Setiap modal yang ditanamkan harus memiliki strategi yang jelas sehingga manfaat yang dihasilkan mampu menopang keberlanjutan bisnis.

“Cukup tidak untuk menghasilkan revenue sampai bisa menutup modal dan biaya yang dikeluarkan? Itu menjadi bagian yang harus diperhitungkan dalam investasi jangka panjang,” ujar Yohannes.


Transisi energi Jawa Timur membutuhkan investasi jangka panjang, regulasi, pendanaan strategis, dan kolaborasi pemerintah-industri agar tetap menguntungkan dan berkelanjutan. Foto iNewsSurabaya.id/arif

Ia menilai pengalaman perusahaan dalam menjalankan investasi dapat menjadi pembelajaran bagi pelaku industri lainnya. Terlebih, keputusan beralih ke teknologi maupun sumber energi baru umumnya membutuhkan modal besar dan tidak selalu menghasilkan keuntungan dalam waktu singkat.

Karena itu, perusahaan perlu melakukan kalkulasi sejak awal, termasuk memperkirakan potensi keuntungan dan risiko yang mungkin muncul selama masa investasi.

“Strateginya harus dikalkulasi dan diperhitungkan sejak awal. Investasi jangka panjang harus dilihat bagaimana hasil yang didapat nantinya bisa menutup biaya dan modal yang sudah dikeluarkan,” katanya.

Yohannes juga menyoroti perlunya keterlibatan pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif. Transisi energi membutuhkan modal yang tidak sedikit sehingga skema pendanaan dan regulasi menjadi faktor penting bagi industri sebelum mengambil keputusan.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut