get app
inews
Aa Text
Read Next : Menteri Ekraf Sebut Ekonomi Kreatif Mampu Jadi Solusi Pengangguran Gen Z dan Milenial

Persaingan F&B Makin Ketat, Kolaborasi dan AI Jadi Kunci Bisnis Tetap Bertahan

Jum'at, 07 Agustus 2026 | 11:57 WIB
header img
IdeaFest SUB 2026. (Foto : Lukman Hakim).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) diprediksi menjadi tren utama yang akan mendorong perkembangan industri kreatif dalam beberapa tahun ke depan. Namun, di Surabaya, sektor kuliner atau food and beverage (F&B) masih menjadi industri kreatif yang paling dominan.

Festival Director IdeaFest Jakarta, Olivia Febrina mengatakan, perkembangan industri kreatif saat ini ditandai dengan munculnya sektor baru. Ditambah lagi dengan pemanfaatan teknologi yang semakin masif, terutama AI.

"Kalau bicara tren, sebenarnya industrinya saling berkaitan. Dulu teknologi yang sedang naik, sekarang AI menjadi bagian dari perkembangan teknologi itu. Fokusnya bukan lagi industrinya, tetapi bagaimana AI dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas," ujar Olivia dalam konferensi pers IdeaFest SUB 2026 di Surabaya, Jumat (7/8/2026).

Olivia menilai karakter industri kreatif di Surabaya masih didominasi sektor F&B. Karena itu, IdeaFest SUB 2026 ingin mendorong kolaborasi antara pelaku kuliner dengan teknologi, termasuk pemanfaatan AI dalam pengembangan bisnis.

"Di Surabaya, F&B tetap menjadi nomor satu. Tantangannya adalah bagaimana menggabungkan F&B dengan AI atau sektor kreatif lainnya agar lahir inovasi baru," katanya.

Ia menjelaskan, persaingan bisnis F&B yang semakin ketat membuat pelaku usaha tidak bisa lagi hanya mengandalkan konsep kafe atau restoran semata. Menurutnya, kolaborasi lintas industri menjadi kunci agar bisnis tetap bertahan dalam jangka panjang.

"Banyak bisnis F&B yang bertahan karena berkolaborasi dengan sektor lain. Misalnya menghadirkan studio pilates di dalam kafe, bekerja sama dengan desainer interior, atau menghadirkan pengalaman yang berbeda bagi pelanggan. Bisnis F&B tidak bisa berdiri sendiri jika ingin terus berkembang," jelasnya.

Senada dengan Olivia, Festival Director Ideafest Surabaya, Saskia Tessy mengatakan, AI kini telah menjadi kebutuhan di hampir semua sektor industri. AI harus dipandang sebagai alat yang mempermudah pekerjaan. 

“Karena itu kami bekerja sama dengan ITS untuk menghadirkan materi AI yang aplikatif dan mudah dipahami, sehingga bisa langsung diterapkan dalam berbagai bidang usaha," ujarnya.

Ia menambahkan, dominasi industri F&B di Surabaya tidak lepas dari budaya masyarakat yang menjadikan kuliner sebagai bagian dari gaya hidup.

"Surabaya memiliki kekayaan kuliner yang sangat beragam. F&B bukan hanya soal makanan, tetapi sudah menjadi bagian dari lifestyle masyarakat. Karena itu industri ini terus berkembang," katanya.

Semangat kolaborasi tersebut menjadi salah satu pesan utama yang diusung dalam IdeaFest SUB 2026 bertema "The Next Leap". Ajang yang digelar pada 7–8 Agustus 2026 itu menghadirkan lebih dari 240 pembicara dan lebih dari 100 sesi diskusi yang membahas kewirausahaan, bisnis, pemasaran, teknologi, kepemimpinan, ekonomi kreatif, hingga pengembangan diri.

Selain konferensi, pengunjung juga dapat mengunjungi Kreatip by Artisan Market yang berlangsung hingga 9 Agustus 2026 dengan menghadirkan produk lokal, kuliner, creative market, serta berbagai aktivitas komunitas.

Melalui tema "The Next Leap", IdeaFest SUB 2026 diharapkan menjadi ruang kolaborasi bagi pelaku industri kreatif, wirausaha, mahasiswa, hingga inovator untuk mengembangkan ide, memperluas jejaring, dan menciptakan peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi kreatif di Surabaya dan Jawa Timur.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut