Motor Tiba-Tiba Overheat Bikin Mesin Jebol, Mahasiswa Untag Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu Canggih
Monitoring Suhu Mesin Menggunakan Tiga Sensor
Fendy menjelaskan, perangkat serupa sebenarnya sudah tersedia di marketplace maupun toko modifikasi sepeda motor. Namun, sebagian besar produk yang ditemukannya masih mengandalkan satu sensor untuk membaca temperatur mesin.
Hal tersebut justru menjadi celah yang ingin dikembangkan dalam tugas akhirnya.
“Dari produk yang sudah ada, kebanyakan hanya menggunakan satu sensor dan LCD untuk menampilkan suhu mesin. Saya ingin mengembangkannya dengan menambahkan tiga sensor sehingga pemantauan suhu bisa dilakukan dari beberapa bagian,” jelasnya.
Tiga sensor yang digunakan memiliki fungsi berbeda.
Pertama, PT100 digunakan untuk membaca suhu air radiator dalam sistem pendinginan mesin.
Kedua, thermocouple tipe K digunakan untuk mengukur temperatur permukaan blok mesin secara langsung melalui metode kontak.
Ketiga, GY-906 atau MLX90614 digunakan untuk membaca suhu permukaan blok mesin secara nonkontak dengan memanfaatkan sensor inframerah.
“Sensor PT100 untuk mendeteksi air radiator di dalam blok mesin. Kemudian thermocouple tipe K mendeteksi permukaan blok mesin secara kontak langsung. Sedangkan GY906 atau MLX90614 mendeteksi permukaan blok mesin secara nonkontak karena menggunakan inframerah,” terang Fendy.
Kombinasi ketiga sensor tersebut memungkinkan sistem memperoleh data temperatur dari beberapa bagian yang berbeda.
Ada Alarm Saat Suhu Mesin Mendekati Batas
Tidak berhenti pada pengukuran temperatur, Fendy juga memasukkan early warning system ke dalam perangkat yang dibuatnya.
Sistem peringatan dini tersebut dirancang agar pengendara bisa mengetahui perubahan kondisi mesin dengan lebih cepat. Setidaknya terdapat tiga bentuk informasi yang diberikan perangkat.
Pertama melalui buzzer yang berfungsi sebagai alarm. Kedua, informasi kondisi mesin ditampilkan melalui LCD. Ketiga, sistem memberikan status dan notifikasi berdasarkan kondisi temperatur yang terdeteksi.
Dengan mekanisme tersebut, pengendara tidak harus menunggu indikator overheating bawaan kendaraan menyala untuk mengetahui mesin mulai mengalami peningkatan suhu.
Sensor Thermocouple Jadi Tantangan Terbesar
Pengembangan alat monitoring suhu blok mesin sepeda motor ini bukan tanpa kendala. Fendy mengaku salah satu bagian yang cukup menantang adalah proses membaca data dari thermocouple tipe K.
Sensor tersebut memiliki sensitivitas tinggi sehingga membutuhkan proses belajar, pengujian, dan penyesuaian berulang.
“Kesulitannya ada pada sensor thermocouple tipe K karena sensor tersebut cukup sensitif untuk saya pelajari. Tetapi Alhamdulillah, setelah belajar dari komunitas-komunitas elektro dan berkonsultasi dengan dosen pembimbing, sistem ini akhirnya bisa berjalan dengan lancar,” katanya.
Selain belajar dari komunitas elektro, Fendy juga memperoleh pendampingan dari dosen pembimbing, termasuk Lutfi dan Koko. Diskusi dan konsultasi tersebut membantu menyelesaikan sejumlah persoalan teknis selama proses pembuatan alat.
Deteksi Dini untuk Mengurangi Risiko Kerusakan
Menurut Fendy, sistem monitoring tersebut bukan sekadar perangkat untuk menampilkan angka temperatur.
Informasi suhu yang lebih detail dapat membantu pengendara mengambil tindakan lebih cepat ketika temperatur mesin mengalami kenaikan tidak normal.
Ia menjelaskan, mesin yang mengalami overheating dapat menunjukkan sejumlah gejala. Salah satunya suara mesin yang dikenal sebagai ngelitik.
Jika kondisi panas berlebih terus dibiarkan, sejumlah komponen mesin berpotensi mengalami kerusakan.
“Kalau sepeda motor sudah overheating, pada umumnya suara mesinnya akan ngelitik. Kalau dibiarkan terus-menerus, bisa membuat seker macet di dalam liner blok mesin. Itu sangat fatal bagi pengguna kendaraan,” ungkapnya.
Karena itu, sistem peringatan dini menjadi salah satu bagian penting dalam rancangan Fendy. Pengendara diharapkan memiliki informasi lebih awal mengenai perubahan temperatur mesin sehingga dapat melakukan pemeriksaan sebelum persoalan berkembang menjadi kerusakan yang lebih serius.
Wakil Rektor II Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Supangat, M.Kom., Ph.D., ITIL., COBIT., CLA., CISA., menilai inovasi seperti sistem monitoring suhu mesin menunjukkan pentingnya penerapan ilmu yang diperoleh mahasiswa selama proses perkuliahan.
Menurut Supangat, teknologi akan memiliki nilai lebih ketika tidak hanya berhenti pada konsep, tetapi mampu diterapkan untuk menjawab kebutuhan yang ada di kehidupan sehari-hari.
“Pengembangan teknologi berbasis IoT seperti monitoring suhu mesin menunjukkan bagaimana ilmu yang dipelajari mahasiswa dapat diterapkan menjadi solusi yang memiliki manfaat praktis,” ujar Supangat.
Ia menambahkan, proyek seperti itu juga memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk menggabungkan berbagai kemampuan, mulai dari perangkat keras, sensor, pengolahan data, hingga teknologi IoT.
Pengembangan monitoring suhu blok mesin sepeda motor yang dilakukan Fendy menjadi contoh bahwa tugas akhir mahasiswa dapat dikembangkan dari persoalan sederhana yang ditemui sehari-hari.
Dengan kombinasi PT100, thermocouple tipe K, dan MLX90614, perangkat tersebut tidak hanya berupaya membaca temperatur mesin dari beberapa titik, tetapi juga menghadirkan sistem peringatan dini agar potensi overheating dapat diketahui lebih cepat.
Editor: Arif Ardliyanto