get app
inews
Aa Text
Read Next : Ada Ritual Rebo Wekasan di Tengah Hutan Alas Purwo, Lima Warga Jakarta Ikut Siraman

1.945 Anak Penyu Dilepas di Banyuwangi, Terungkap 4 Spesies yang Bertelur di Alas Purwo

Senin, 17 Agustus 2026 | 12:05 WIB
header img
Sebanyak 1.945 tukik dilepas di Pantai Trianggulasi, TN Alas Purwo Banyuwangi, saat HUT RI. Konservasi penyu mencatat 1.070 pendaratan dan 111.115 telur. (Foto iNewsSurabaya.id/Siswanto).

BANYUWANGI, iNewsSurabaya.id – Sebanyak 1.945 tukik atau anak penyu dilepasliarkan di Pantai Trianggulasi, kawasan Taman Nasional Alas Purwo (TNAP), Banyuwangi, Senin (17/8/2026). Pelepasan ribuan tukik ini menjadi bagian dari upaya konservasi sekaligus wisata edukasi lingkungan dalam momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pelepasan tukik berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pengelola Taman Nasional Alas Purwo, komunitas, masyarakat sekitar hingga wisatawan. Momen tersebut sekaligus menjadi sarana untuk mengenalkan pentingnya menjaga keberlangsungan penyu dan ekosistem pesisir.

Kepala Balai Taman Nasional Alas Purwo, Probo Wresni Adji, mengatakan semangat kemerdekaan dapat dimaknai dengan cara menjaga alam dan memastikan lingkungan tetap lestari bagi generasi mendatang.

“Semangat kemerdekaan dimaknai sebagai kebebasan untuk menjaga alam, belajar dari lingkungan, serta mewariskan ekosistem yang lestari kepada generasi mendatang,” kata Probo.


Sebanyak 1.945 tukik dilepas di Pantai Trianggulasi, TN Alas Purwo Banyuwangi, saat HUT RI. Konservasi penyu mencatat 1.070 pendaratan dan 111.115 telur. Foto iNewsSurabaya.id/siswanto

Menurutnya, pelepasan tukik tidak sekadar menjadi kegiatan konservasi. TNAP juga mengembangkan aktivitas tersebut sebagai wisata edukasi berbasis konservasi, sehingga pengunjung dapat menyaksikan secara langsung proses pelestarian penyu sekaligus memahami pentingnya ekosistem pesisir.

Konsep wisata tersebut diharapkan memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan. Di sisi lain, aktivitas wisata alam berbasis konservasi juga berpotensi memberikan manfaat ekonomi serta mendukung Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dengan tetap mengutamakan perlindungan lingkungan.

Ribuan Penyu Bertelur di Pesisir Alas Purwo

Upaya pelestarian penyu di kawasan TNAP menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Hingga saat ini, tercatat 1.070 kali pendaratan penyu untuk bertelur di sepanjang pesisir Taman Nasional Alas Purwo.

Dari aktivitas tersebut, sebanyak 111.115 butir telur penyu telah ditetaskan secara semi alami melalui pengelolaan konservasi penyu di Ngagelan.

“Pesisir Taman Nasional Alas Purwo menjadi salah satu habitat penting bagi penyu. Sedikitnya empat jenis penyu tercatat mendarat dan bertelur di kawasan ini, yakni penyu lekang, penyu sisik, penyu hijau, dan penyu belimbing,” jelas Probo.

Dari empat jenis tersebut, penyu lekang menjadi jenis yang paling banyak tercatat melakukan pendaratan untuk bertelur di kawasan pesisir Alas Purwo.

Kondisi ini membuat keberadaan kawasan konservasi menjadi penting. Perlindungan habitat, pengelolaan telur secara tepat, hingga pelepasliaran tukik menjadi rangkaian yang saling berkaitan untuk menjaga populasi penyu di alam.

Probo menegaskan, pelepasan 1.945 tukik tersebut juga menjadi pengingat bahwa konservasi penyu bukan hanya menjadi tanggung jawab pengelola kawasan.

Pelestarian satwa membutuhkan keterlibatan masyarakat, wisatawan, komunitas, hingga berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Melalui wisata edukasi konservasi, TNAP ingin menghadirkan pengalaman wisata yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memberikan pengetahuan kepada pengunjung tentang kehidupan satwa liar dan pentingnya menjaga ekosistem pesisir.

“Melestarikan penyu hari ini berarti menjaga keberlangsungan ekosistem pesisir dan memastikan generasi mendatang tetap dapat menikmati kekayaan alam Indonesia,” ujarnya.

Pelepasan ribuan tukik di Pantai Trianggulasi pun menjadi simbol semangat kemerdekaan dengan pesan sederhana: merdeka untuk menjaga alam, merdeka untuk belajar dari alam, dan merdeka untuk mewariskan lingkungan yang lestari kepada generasi berikutnya.

Kegiatan tersebut melibatkan Balai Taman Nasional Alas Purwo, Pramuka Saka Wanabakti, Sanggar Tari Alang-alang Kumitir, PT Disti, IPPA TN Alas Purwo, masyarakat sekitar kawasan TN Alas Purwo, wisatawan domestik maupun mancanegara, serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi.

 

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut