Kajian BRIN Bikin Heboh! Vape Dikaitkan dengan Diabetes, APVI Jatim Minta Bukti Ilmiah
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Pernyataan mengenai kaitan penggunaan rokok elektrik atau vape dengan risiko diabetes kembali memantik perdebatan. Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) Jawa Timur meminta hasil kajian yang menjadi dasar pernyataan tersebut dilihat secara utuh, termasuk metode dan parameter penelitian yang digunakan.
Ketua Umum Dewan Pengurus Wilayah (DPW) APVI Jawa Timur, Sandee Surya, mengatakan pembahasan mengenai dampak vape terhadap kesehatan seharusnya tidak berhenti pada kesimpulan. Menurut dia, masyarakat dan pelaku industri perlu mengetahui bagaimana sebuah penelitian menghasilkan temuan tertentu.
Sandee menilai keterbukaan terhadap metodologi penelitian penting, terutama jika hasil kajian kemudian menjadi pertimbangan dalam penyusunan regulasi.
"Kalau bicara 100 persen, kita perlu tahu parameter pengukurannya seperti apa. Jangan sampai kemudian ada kesimpulan yang membuat satu regulasi menjadi tidak tepat karena informasi yang belum lengkap," ujar Sandee.

Menurutnya, APVI tidak berada pada posisi menolak regulasi. Sebaliknya, organisasi tersebut mendorong pelaku industri vape untuk menjalankan seluruh ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.
Salah satunya berkaitan dengan pembatasan usia konsumen. Sandee menegaskan produk vape tidak boleh dijual kepada masyarakat yang belum memenuhi batas usia sesuai ketentuan.
"Mulai dari pelarangan penjualan di bawah 21 tahun, kita harus ikuti bersama. Produk juga harus dijauhkan dari narkoba dan seluruh pelaku industri harus mengikuti peraturan perundang-undangan," katanya.
Editor: Arif Ardliyanto