get app
inews
Aa Text
Read Next : Penyaluran FLPP di Jatim Capai 8.207 Unit, Nilai Pembiayaan Tembus Rp980 Miliar

Ekonomi Jatim Sumbang 14,52 Persen ke Nasional, Kredit Konsumer Masih Prospektif

Jum'at, 21 Agustus 2026 | 11:24 WIB
header img
Pembukaan BCA Expo 2026 di Ciputra World Surabaya. (Foto : Lukman Hakim).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Kepala Kanwil III PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Surabaya, Widjaja Stephen menyebut, Jawa Timur (Jatim) memiliki potensi ekonomi yang besar untuk terus berkembang. 

Menurutnya, sekitar 14,52 persen perekonomian nasional berasal dari Jatim dengan kontribusi kawasan Gerbangkertosusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo dan Lamongan) sekitar 49 persen dari ekonomi Jatim.

“Ini yang perlu kita dukung lebih lagi. Makanya sebagai bentuk untuk mendukung, BCA untuk pertama kalinya expo ditaruh di Surabaya sebagai pembuka,” ujar Stephen disela rangkaian BCA Expo 2026 di Ciputra World Surabaya, Jumat (21/8/2026).

Ia menjelaskan, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan menangkap potensi pertumbuhan ekonomi di Jatim, khususnya kawasan Gerbangkertosusila.

Dalam BCA Expo 2026 di Surabaya, BCA menawarkan sejumlah promo untuk produk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB). Event tersebut berlangsung mulai 21 hingga 23 Agustus 2026.

Stephen menilai karakter pasar, utamanya Surabaya berbeda dengan sejumlah daerah lain. Sebagai salah satu pusat ekonomi dan hub menuju kawasan Indonesia Timur, Surabaya dinilai memiliki kebutuhan tinggi terhadap pembiayaan rumah maupun kendaraan.

“Menurut saya, karakter di Surabaya ini lebih dinamis. Surabaya ini sebagai hub dari Indonesia Timur. Jadi kebutuhan akan rumah dan kendaraan ini sangat tinggi,” katanya.

Menurut Stephen, perkembangan sektor industri di kawasan Indonesia Timur turut memberikan efek terhadap aktivitas ekonomi Surabaya. Ia mencontohkan perkembangan industri pertambangan di Morowali yang ikut mendorong kebutuhan logistik dan rantai pasok melalui Surabaya.

“Kondisi tersebut, membuat karakter konsumen di Surabaya lebih dinamis dan cenderung agresif dalam arti positif, terutama untuk mendukung ekspansi bisnis ke kawasan Indonesia Timur,” terangnya.

Pemilihan Surabaya sebagai kota pembuka BCA Expo 2026, kata dia, menjadi bagian dari strategi BCA untuk memperluas dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi di luar Jakarta.

Stephen mengatakan Jatin memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu wilayah dengan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. “Kami berharap penyelenggaraan BCA Expo di Surabaya dapat menjadi pemicu bagi pertumbuhan ekonomi di kota-kota lain di Indonesia.

Stephen menandaskan, perlambatan ekonomi saat ini tidak serta merta menghilangkan peluang pertumbuhan dalam jangka menengah. “Ekonomi pasti bergerak. Mungkin slow, kelihatan slow di tahun-tahun ini. Tapi saya optimistis dua-tiga tahun ke depan mulai beralih, pasti daya beli akan lebih baik,” katanya.

EVP Consumer Credit Division BCA Melani Megawati menambahkan, di tengah kondisi pasar yang dinilai masih melambat, BCA tetap optimistis terhadap prospek pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat dalam beberapa tahun mendatang.

Menurutnya, kebutuhan terhadap rumah masih menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat, terutama kelompok first home buyer dan keluarga muda.

“Kalau kita lihat kebutuhan rumah itu masih ada. Kebanyakan yang beli itu first home buyer. Memang betul-betul butuh rumah,” ujarnya.

Selain pembeli rumah pertama, terdapat pula masyarakat yang ingin meningkatkan kualitas hunian seiring bertambahnya anggota keluarga. “Kami tetap optimistis terhadap pasar KPR dengan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit,” jelasnya.

Dalam BCA Expo 2026 di Surabaya, BCA menawarkan sejumlah promo untuk produk KPR dan KKB. Selain promo bunga, BCA memperkenalkan fitur KPR baru bernama Fix Terencana. Fitur tersebut memungkinkan nasabah memperkirakan besaran bunga dan angsuran pada periode tertentu. 

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut