get app
inews
Aa Text
Read Next : Tak Henti Menuntut Ilmu, Dr. Mukhrojin Kembali Raih Gelar Sarjana Ketiga, Prestasi yang Membanggakan

Kisah Haru Kembar Alam-Alim Raih Sarjana: Cuma Punya 1 Sepeda, Kuliah 33 Km hingga Kerja Freelance

Senin, 24 Agustus 2026 | 05:20 WIB
header img
Kisah haru kembar Alam dan Alim meraih sarjana. Berbekal satu sepeda, kerja freelance, hingga magang dan kuliah malam, mereka pantang menyerah. Foto iNewsSurabaya.id/arif

Persoalan muncul ketika jadwal kuliah Alam dan Alim berbeda. Keduanya harus mengatur penggunaan sepeda agar tetap bisa berangkat ke kampus.

Jika tidak memungkinkan, mereka terpaksa meminjam kendaraan kepada saudara.

“Kalau berangkat kuliah dan jamnya berbeda, kami otomatis membawa sepeda sendiri. Masalahnya di rumah cuma ada satu sepeda dan sepeda itu juga dipakai orang tua untuk bekerja. Jadi kadang kami harus bergantian, pinjam ke saudara atau mencari cara supaya tetap bisa berangkat,” tuturnya.

Keterbatasan tersebut tidak membuat keduanya memilih berhenti. Justru, kondisi itu semakin memperkuat keinginan Alam dan Alim untuk menyelesaikan kuliah bersama.

Kuliah Sambil Kerja Freelance

Perjuangan Alam juga tidak berhenti pada persoalan kendaraan. Selama menjadi mahasiswa, ia sempat mencari penghasilan tambahan dengan mengambil pekerjaan freelance.

Salah satunya dilakukan dengan menjadi pekerja lepas di bagian sortir barang. Pekerjaan tersebut membuat waktu istirahat Alam berkurang karena harus membagi tenaga antara mencari penghasilan dan mengikuti perkuliahan.

“Kalau saya dulu pernah ikut freelance di Shopee, bagian sortir barang. Kalau barang datang pagi, sorenya saya ambil, kemudian pulang malam, tidur, lalu besoknya berangkat kuliah lagi. Dibilang ngantuk ya ngantuk, tetapi tetap saya jalani,” kata Alam.

Rutinitas tersebut membuat Alam harus terbiasa dengan rasa lelah. Waktu istirahat yang seharusnya digunakan untuk memulihkan tenaga terkadang justru tersita karena pekerjaan.

Namun, ia tetap menjalaninya karena sejak awal sudah memiliki target untuk menyelesaikan pendidikan.

Magang Pagi, Kuliah Malam

Tantangan lain datang ketika Alam memasuki semester enam. Pada fase tersebut, ia harus menjalani magang sekaligus tetap mengikuti perkuliahan.

Aktivitasnya dimulai sejak pagi. Alam menjalani magang mulai pukul 07.00 WIB hingga 15.00 WIB. Setelah itu, ia hanya memiliki waktu singkat sebelum kembali masuk kelas.

Perkuliahan dimulai pukul 17.00 WIB dan berlangsung hingga sekitar pukul 21.00 WIB.

“Waktu semester enam, saya magang dari jam 07.00 WIB sampai 15.00 WIB, kemudian jam 17.00 WIB lanjut kuliah sampai sekitar jam 21.00 WIB. Itu menurut saya masa yang sangat sulit dilakukan karena capek sekali,” ungkapnya.

Padatnya aktivitas membuat tubuh Alam kerap kelelahan. Ia bahkan beberapa kali hampir tertidur ketika sedang makan atau menunggu kegiatan berikutnya.

“Kadang capek banget sampai hampir ketiduran. Tetapi ya tetap dipecahkan, tetap dijalani. Karena dari awal memang sudah punya target untuk menyelesaikan kuliah,” tambahnya.

Ingin Sukses Bersama Saudara Kembar

Bagi Alam dan Alim, keberhasilan menyelesaikan kuliah bukan hanya tentang mendapatkan gelar sarjana. Ada cita-cita yang ingin mereka wujudkan bersama, yakni membangun kehidupan yang lebih baik sekaligus membalas perjuangan orang tua.

Perjalanan selama menjadi mahasiswa juga membuat keduanya memahami bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti mengejar pendidikan.

“Sekarang masih proses. Kami ingin terus berusaha supaya bisa sukses sama-sama. Perjuangan selama kuliah ini menjadi pengalaman yang tidak akan kami lupakan,” ujar Alam.

Kini, perjuangan panjang tersebut mengantarkan Alam dan Alim ke momen wisuda. Di balik toga dan gelar sarjana yang mereka raih, ada cerita tentang satu sepeda yang harus dipakai bergantian, pekerjaan freelance hingga larut malam, serta rutinitas magang dan kuliah yang menguras tenaga.

Wisuda bagi dua saudara kembar itu bukan akhir perjalanan. Justru, momen tersebut menjadi awal untuk memasuki dunia kerja dan membuktikan bahwa perjuangan yang mereka jalani selama menjadi mahasiswa dapat menjadi bekal menghadapi kehidupan berikutnya.

Bagi Alam dan Alim, kesuksesan yang mereka impikan belum selesai. Mereka masih ingin berjalan bersama, seperti ketika pertama kali berjuang menyelesaikan kuliah hingga akhirnya berdiri berdampingan mengenakan toga.

 

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut