get app
inews
Aa Text
Read Next : Kebakaran Hutan Landa Banyuwangi, 2 Hektare Kawasan Perhutani Hangus Dilalap Api

Hutan Ponorogo Terbakar 10 Hektare, DPRD Jatim Ingatkan Ancaman Karhutla Makin Serius

Minggu, 30 Agustus 2026 | 10:41 WIB
header img
Karhutla di Ponorogo membakar sedikitnya 10 hektare kawasan Perhutani. Asap mulai mengarah ke permukiman, DPRD Jatim meminta mitigasi diperkuat. (Foto: Tangkap layar video).

PONOROGO, iNewsSurabaya.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, mulai menimbulkan kekhawatiran baru. Api sedikitnya telah melahap 10 hektare kawasan hutan, sementara kepulan asap mulai bergerak ke arah permukiman warga.

Kondisi musim kemarau yang kering ditambah hembusan angin membuat kobaran api lebih cepat merambat. Kebakaran terjadi di kawasan Perhutani, tepatnya petak 112 A, RPH Slahung, TKPH Ponorogo Selatan.

Sejumlah pohon eucalyptus dan jati yang berada di kawasan hutan tersebut ikut terbakar. Situasi ini membuat upaya pemadaman harus dilakukan dengan cepat agar api tidak merembet ke wilayah yang lebih luas.

Penanganan karhutla melibatkan tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, serta relawan setempat.

Petugas tidak hanya berusaha memadamkan kobaran api, tetapi juga melokalisasi titik-titik kebakaran. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah api menjalar, terutama menuju kawasan yang berdekatan dengan permukiman warga.

Asap tebal dari kawasan hutan bahkan mulai dirasakan warga di sekitar lokasi. Kepulan asap dilaporkan mengarah ke sejumlah rumah sehingga kondisi tersebut menambah kekhawatiran masyarakat.

Kondisi tersebut mendapat perhatian dari Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur, Miseri Efendy. Ia meminta pemerintah daerah bersama dinas kehutanan dan instansi terkait tidak hanya fokus pada pemadaman, tetapi juga memperkuat upaya mitigasi selama musim kemarau.

Menurut Miseri, kebakaran yang mencapai sekitar 10 hektare harus menjadi peringatan agar kesiapsiagaan menghadapi karhutla ditingkatkan.

“Kejadian karhutla yang menghanguskan 10 hektare lahan di Ponorogo ini harus menjadi alarm keras bagi kita semua. Pemerintah daerah tidak boleh lengah. Perlu ada evaluasi menyeluruh terkait kesiapsiagaan personel di lapangan, ketersediaan alat pemadam, dan skema penyediaan air di titik-titik rawan,” tegas politisi Partai Demokrat tersebut. 

Mantan Wakil Ketua DPRD Ponorogo itu menilai kesiapan personel, peralatan pemadaman, hingga ketersediaan sumber air menjadi bagian penting dalam menghadapi potensi kebakaran selama musim kemarau.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut