get app
inews
Aa Text
Read Next : Penantiannya Berakhir, Dua Jembatan Gantung di Jember Bisa Dipakai Warga, Sekolah Tak Perlu Takut

Karateka Jatim Capai Ribuan, tapi Emas PON Seret: KONI Minta FORKI Putus Kutukan Prestasi

Senin, 31 Agustus 2026 | 15:34 WIB
header img
KONI Jatim menantang FORKI Jatim memutus kutukan prestasi karate di PON. Ribuan karateka ditargetkan mampu mendulang lebih banyak medali. Foto iNewsSurabaya.id/hendro

Yang harus dibangun adalah sistem yang mampu mengubah atlet potensial menjadi karateka yang siap menghadapi tekanan pertandingan tingkat nasional.

FORKI Jatim Diminta Perbanyak Jam Terbang

Nabil menilai salah satu hal yang harus diperkuat adalah pengalaman bertanding atlet.

Latihan rutin memang menjadi fondasi. Namun, kemampuan atlet akan benar-benar teruji ketika mereka berhadapan dengan lawan yang berbeda karakter, menghadapi tekanan penonton, serta dituntut mengambil keputusan dalam waktu singkat.

Karena itu, FORKI Jatim diminta lebih aktif membawa atlet mengikuti berbagai kejuaraan di luar daerah.

“Harus sering mengadakan event. Harus rutin mengirim atlet ke kejuaraan nasional dan internasional, bukan hanya di level kejurda. Minimal empat kali setahun agar jam terbang bertanding atlet terukur,” tegasnya.

Menurut Nabil, agenda pertandingan tersebut penting untuk mengetahui sejauh mana perkembangan atlet sekaligus mengukur kelemahan yang masih harus diperbaiki.

Dengan demikian, proses pembinaan tidak berhenti pada latihan, tetapi memiliki ukuran yang jelas berdasarkan hasil pertandingan.

Dukungan KONI Jatim Dinilai Sudah Maksimal

Nabil mengatakan KONI Jatim selama ini telah memberikan dukungan terhadap pembinaan atlet, baik melalui anggaran maupun fasilitas, terutama lewat program Pusat Latihan Daerah (Puslatda).

Karena itu, ia berharap dukungan tersebut diikuti dengan pembenahan pola pembinaan di masing-masing cabang olahraga.

FORKI Jatim dituntut berani mengevaluasi metode lama dan menyusun pola pembinaan yang lebih kompetitif. Salah satunya dengan membangun ekosistem pembinaan sejak usia dini hingga tingkat senior.

Pembinaan juga diharapkan tidak hanya mengandalkan kemampuan teknik. Pendekatan sport science perlu diperkuat agar perkembangan fisik, teknik, mental, hingga performa atlet dapat dipantau secara lebih terukur.

Stigma Cabang Combat Harus Dipatahkan

Selain menyoroti prestasi, Nabil juga menyinggung anggapan bahwa cabang olahraga combat, termasuk karate, kurang menjanjikan bagi Jawa Timur dalam mendulang medali.

Menurut dia, anggapan tersebut justru harus dijawab dengan prestasi.

“Jika hanya dapat dua emas dari 17 nomor, itu tidak mencerminkan potensi besar Jatim. Saya yakin, dengan kerja keras dan program tepat, FORKI Jatim bisa bangkit,” ujarnya.

FORKI Jatim kini memiliki pekerjaan besar untuk membangun sistem pembinaan yang mampu menghasilkan atlet berprestasi secara berkelanjutan.

Kepengurusan periode 2026-2030 juga tengah menyiapkan roadmap pembinaan empat tahun. Sejumlah strategi yang disiapkan mencakup pemusatan latihan terpadu, kolaborasi dengan pelatih nasional, peningkatan fasilitas, hingga agenda sparing antardaerah.

Jika program tersebut berjalan konsisten, pergantian kepengurusan FORKI Jatim tidak sekadar menjadi perubahan struktur organisasi.

Momentum ini bisa menjadi titik awal untuk mengubah perjalanan karate Jawa Timur di pentas nasional.

Sebab, tantangan FORKI Jatim kini bukan lagi membuktikan bahwa Jawa Timur memiliki ribuan karateka.

Pekerjaan yang jauh lebih besar adalah membuktikan bahwa dari ribuan talenta tersebut, lahir atlet yang mampu membawa pulang emas ketika panggung PON tiba.

 

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut