Kopi Jatim Diburu Pasar Belanda, Petani Bakal Dapat Akses Langsung ke Eropa
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Kopi Jawa Timur kembali mendapat perhatian dari pasar internasional. Kali ini, peluang tersebut datang dari Belanda yang mulai menjajaki pasokan kopi langsung dari petani dan pelaku usaha di Jawa Timur.
Sekitar 30 pelaku usaha kopi dari berbagai sektor, mulai dari petani, pengolah, roaster hingga produsen kopi olahan, bertemu dengan pengusaha kopi asal Belanda, Batavia Roast, di Graha Kadin Jatim, Surabaya.
Pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi ajang memperkenalkan produk. Para pelaku usaha membahas lebih jauh peluang kopi Jawa Timur masuk ke pasar Belanda, termasuk kualitas, ketersediaan komoditas, sistem distribusi hingga persyaratan yang harus dipenuhi untuk memasuki pasar Eropa.
Founder Batavia Roast, Jan Bakker, mengatakan pihaknya datang ke Jawa Timur untuk mengenalkan perusahaan sekaligus melihat langsung potensi kerja sama dengan petani maupun pelaku usaha kopi lokal.
Menurut Jan, Batavia Roast ingin membangun akses yang lebih dekat antara petani kopi Indonesia dengan konsumen di Eropa. Salah satu skema yang tengah disiapkan adalah pembelian kopi secara langsung dari petani atau melalui koperasi.
"Kami ingin mengambil langsung dari petani atau koperasi petani. Kami ingin memutus rantai tengkulak atau distribusi," kata Jan.
Batavia Roast, kata Jan, tidak datang ke Indonesia hanya untuk berburu kopi dengan harga murah. Perusahaan justru ingin mendapatkan kopi yang memiliki kualitas, karakter rasa, serta cerita mengenai asal-usulnya.
"Kami tidak ingin mencari harga kopi yang murah, tetapi ingin mencari kualitas, kopi yang enak dan ada cerita di balik kopi tersebut," ujarnya.
Konsep tersebut bahkan akan dibawa hingga ke kemasan produk. Batavia Roast berencana mencantumkan barcode yang dapat digunakan konsumen untuk mengetahui asal kopi yang mereka minum.
Editor : Arif Ardliyanto