Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Gelar Saja Tak Cukup, Ini 3 Pesan Rektor Unesa untuk 1.517 Lulusan di Tengah Gempuran AI
Advertisement . Scroll to see content

Tak Mau Siswa Cuma Jago Hafalan, Sekolah di Surabaya Terapkan Metode Ini untuk Asah Nalar Siswa

Kamis, 03 September 2026 | 12:12 WIB
  • author Fahrezi Chandra
Tak Mau Siswa Cuma Jago Hafalan, Sekolah di Surabaya Terapkan Metode Ini untuk Asah Nalar Siswa
Unesa menguji metode GASPOL di Labschool Unesa untuk memperkuat literasi, numerasi, dan kemampuan berpikir kritis siswa melalui pembelajaran berbasis data. Foto: ist

SURABAYA, iNewsSurabaya.id — Cara belajar siswa di sekolah mulai diarahkan agar tidak berhenti pada kemampuan menghafal materi. Di Surabaya, kemampuan membaca informasi, mengolah data, hingga menguji sebuah kesimpulan menjadi bagian penting yang mulai diperkuat dalam proses pembelajaran.

Upaya tersebut salah satunya diterapkan di Labschool Unesa melalui program Gerakan Akselerasi Strategis untuk Peningkatan dan Optimalisasi Literasi (GASPOL) yang dikembangkan Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Labschool Unesa ditetapkan sebagai sekolah percontohan untuk menguji penerapan metode tersebut. Salah satu tahapannya berupa Pelatihan GASPOL Membaca dan Numerasi yang digelar pada 28–29 Agustus 2026.

Kegiatan itu melanjutkan pelatihan GASPOL Sains yang sebelumnya berlangsung pada 8–9 Agustus 2026. Rangkaian program dirancang untuk membantu guru mengubah pola pembelajaran di kelas, dari sekadar menyampaikan informasi menjadi proses yang mendorong siswa aktif berpikir, menganalisis, dan menarik kesimpulan.

Direktur Sekolah Pascasarjana Unesa, Prof. Dr. Bambang Yulianto, yang membuka kegiatan bersama Direktur Labschool Unesa Prof. Dr. Sujarwanto, menilai perubahan tersebut perlu dimulai dari cara guru membangun interaksi dengan siswa.

“Pembelajaran tidak lagi berfokus pada penyerapan informasi searah atau penumpukan dokumen administratif, melainkan pada keberanian guru dalam memantik daya kritis murid. Metode ini dirancang agar tenaga pendidik memiliki acuan praktis yang mudah diterapkan di kelas dan berorientasi pada peningkatan kemampuan analisis siswa,” kata Prof. Bambang.

Pakar Literasi Unesa, Prof. Dr. Kisyani Laksono, mengungkapkan bahwa kemampuan bernalar masih menjadi tantangan dalam pembelajaran. Siswa dinilai belum sepenuhnya terbiasa mengolah informasi secara lebih mendalam.

Menurutnya, kemampuan membaca siswa tidak cukup hanya diukur dari seberapa cepat mereka menemukan informasi yang tertulis secara langsung dalam sebuah teks.

“Sebagian besar peserta didik saat ini masih berada pada tahap menemukan informasi tersurat dalam bacaan dan belum optimal dalam melakukan interpretasi, evaluasi, serta refleksi terhadap isi teks,” ujar Kisyani.

Karena itu, pelatihan GASPOL tidak hanya melibatkan pengajar dari bidang bahasa. Unesa menghadirkan narasumber dari Pendidikan Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika.

Konsep yang digunakan juga menekankan prinsip every teacher is a reading teacher. Artinya, kemampuan membaca dan memahami informasi tidak hanya menjadi tugas guru bahasa, tetapi dapat dibangun melalui berbagai mata pelajaran.

Dalam materi literasi, guru diperkenalkan pada pemahaman teks multimodal. Salah satu metode yang digunakan adalah formula LOOK, yang terdiri dari Location, Outliers, Overview, dan Key-takeaway.

Metode tersebut dapat digunakan untuk membantu siswa membaca informasi yang ditampilkan melalui grafik. Dari data yang tersedia, siswa kemudian diarahkan untuk menyusun argumen berdasarkan bukti, bukan sekadar memberikan jawaban berdasarkan perkiraan.

Sementara pada materi numerasi, guru diarahkan menggunakan persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Fokusnya bukan hanya mendapatkan jawaban akhir, tetapi bagaimana siswa menggunakan logika untuk memahami persoalan dan menentukan langkah penyelesaiannya.

Pendekatan itu diharapkan membuat numerasi tidak identik dengan hafalan rumus. Siswa justru dilatih memahami konteks, mengolah informasi, kemudian menggunakan penalaran untuk mengambil keputusan.

Ada Rutinitas “15 Menit Fokus”

GASPOL juga memperkenalkan rutinitas pembelajaran “15 Menit Fokus”. Skema ini dirancang agar latihan bernalar dapat dilakukan secara singkat namun terstruktur dalam kegiatan belajar mengajar.

Tahapannya dimulai dengan menggali pengetahuan awal siswa. Setelah itu, siswa diajak mengajukan pertanyaan dan membuat prediksi.

Prediksi tersebut kemudian diuji melalui data dan latihan PISA Mini. Pada bagian akhir, siswa diarahkan untuk mengolah makna dari informasi yang diperoleh sekaligus melakukan refleksi.

Dengan pola tersebut, siswa tidak hanya menerima jawaban dari guru. Mereka diberi kesempatan untuk menghubungkan informasi, menguji dugaan, melihat bukti, dan membangun pemahaman berdasarkan proses yang mereka jalani.

Direktur Labschool Unesa Prof. Dr. Sujarwanto mengatakan sekolahnya siap menjadi tempat untuk menguji penerapan metode GASPOL sebelum dikembangkan secara lebih luas.

“Labschool Unesa siap menjadi ruang uji coba penerapan metode GASPOL ini sebelum dikembangkan dan direplikasi secara lebih luas di berbagai instansi pendidikan guna mendongkrak budaya literasi nasional,” kata Sujarwanto.

Penerapan GASPOL di Labschool Unesa menjadi bagian dari proses pengembangan model pembelajaran yang menggabungkan literasi, numerasi, dan kemampuan bernalar.

Pendekatan tersebut juga diarahkan untuk membekali siswa menghadapi bentuk asesmen yang tidak hanya menuntut kemampuan mengingat informasi, tetapi juga memahami bacaan, membaca data, memecahkan masalah, mengevaluasi informasi, dan menyusun kesimpulan.

Unesa selanjutnya memproyeksikan pengalaman penerapan GASPOL di Labschool Unesa sebagai bahan untuk mengembangkan model yang dapat diterapkan di lingkungan pendidikan yang lebih luas.

Penulis

Erlita Febriantika Pratiwi (Mahasiswa Sastra Indonesia Unesa)

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut