Polda Jatim Ajak Ojol Tak Sebarkan Hoaks dan Provokasi di Ruang Digital
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Polda Jawa Timur (Jatim) mengajak komunitas ojek online (ojol) lebih bijak menggunakan media sosial dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Ajakan ini disampaikan untuk menjaga kondusivitas ruang digital sekaligus mencegah penyebaran hoaks dan provokasi di tengah masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast saat kegiatan bakti sosial berupa pembagian paket sembako kepada komunitas ojol di Surabaya, Senin (19/10/2026). Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-75 Humas Polri yang mengusung tema “Polri Bersama Masyarakat, Menjaga Reputasi Polri”.
Abast menilai, pengemudi ojol memiliki peran strategis karena mobilitasnya tinggi dan berinteraksi langsung dengan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari. Peran tersebut tidak hanya berkaitan dengan keselamatan di jalan, tetapi juga dapat mendukung upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Satu informasi, foto, atau video yang kita teruskan tanpa melakukan verifikasi dapat menimbulkan keresahan dan memperluas informasi yang belum tentu benar. Karena itu, mari kita bersama-sama lebih bijak menggunakan media sosial dan telepon genggam kita,” tegas Abast.
Ia berharap para pengemudi ojol dapat menjadi bagian dari masyarakat yang bertanggung jawab dalam menerima dan membagikan informasi. Dengan memastikan kebenaran informasi sebelum meneruskannya, potensi penyebaran kabar bohong dan konten provokatif diharapkan dapat ditekan.
Selain di ruang digital, komunitas ojol juga diajak berperan aktif menjaga keamanan di lingkungan sekitar. Pengemudi diimbau peduli terhadap keselamatan berlalu lintas, tanggap ketika melihat kecelakaan, serta melaporkan potensi gangguan keamanan kepada kepolisian.
“Kami ingin membangun hubungan yang tulus dan dekat. Bukan hubungan yang baru muncul saat ada masalah, melainkan hubungan yang dirawat melalui komunikasi, kebersamaan, dan rasa saling percaya,” ujar Abast.
Menurutnya, menjaga keamanan Jatim tidak dapat hanya mengandalkan kepolisian. Seluruh elemen masyarakat perlu terlibat dalam semangat Jogo Omah, yakni menjaga Jatim sebagai rumah bersama.
Editor: Arif Ardliyanto