Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Pertamina Patra Niaga Pastikan Pasokan dan Distribusi LPG Non Subsidi Aman untuk Warga Surabaya
Advertisement . Scroll to see content

Jangan Asal Pasang Regulator LPG, 5 Langkah Ini Wajib Dilakukan Sebelum Menyalakan Kompor

Senin, 07 September 2026 | 08:38 WIB
  • author Arif Ardliyanto
Jangan Asal Pasang Regulator LPG, 5 Langkah Ini Wajib Dilakukan Sebelum Menyalakan Kompor
Simak 5 langkah aman menggunakan LPG di rumah, mulai dari memilih produk resmi, memasang regulator hingga mengecek bau gas sebelum memasak. Foto iNewsSurabaya.id/arif

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Menyalakan kompor dan memasak mungkin sudah menjadi rutinitas yang dilakukan hampir setiap hari. Namun, karena terlalu sering dilakukan, pemeriksaan keamanan LPG justru kerap dianggap sepele.

Padahal, sebelum api kompor dinyalakan, ada beberapa hal yang sebaiknya diperiksa terlebih dahulu. Mulai dari memastikan LPG yang digunakan merupakan produk resmi, kondisi dapur, hingga memastikan regulator terpasang dan terkunci dengan benar.

Sales Branch Manager (SBM) V LPG/Gas Surabaya PT Pertamina Patra Niaga, Andi Arifin, mengingatkan masyarakat agar tidak hanya fokus pada kondisi tabung LPG. Keamanan juga ditentukan oleh cara memasang dan menggunakan seluruh perangkat yang terhubung dengan tabung.

Menurut Andi, ada lima langkah sederhana yang bisa dijadikan kebiasaan sebelum mulai memasak menggunakan LPG.

1. Pastikan LPG yang Digunakan Produk Resmi

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah asal LPG. Masyarakat dianjurkan menggunakan produk resmi dan membelinya melalui saluran penjualan yang terpercaya.

Andi mengingatkan agar masyarakat tidak menggunakan LPG palsu maupun produk yang diduga hasil oplosan.

“Yang pertama, gunakan produk resmi Pertamina. Pada saat memasak, baik yang 5,5 kilogram maupun 12 kilogram, pastikan menggunakan produk resmi dari Pertamina. Jangan menggunakan yang palsu atau oplosan,” kata Andi Arifin.

Produk LPG sebaiknya diperoleh dari agen, outlet, atau saluran penjualan resmi. Langkah ini menjadi bagian awal untuk memastikan LPG yang digunakan sesuai dengan standar keamanan.

2. Rapikan dan Amankan Dapur Sebelum Memasak

Keamanan penggunaan LPG tidak berhenti pada tabung dan regulator. Area sekitar kompor juga harus diperhatikan.

Sebelum memasak, pastikan benda-benda yang dapat mengganggu aktivitas sudah berada di tempat yang aman. Peralatan dapur, termasuk benda tajam seperti pisau, sebaiknya tidak diletakkan sembarangan di dekat kompor.

“Yang kedua, amankan area dapur. Sebelum kita memasak, amankan dulu area dapur. Pastikan tidak ada sumber api atau benda yang bisa mengganggu kita pada saat beraktivitas,” ujar Andi.

Dengan dapur yang lebih tertata, aktivitas memasak dapat dilakukan tanpa terganggu benda-benda yang berpotensi memicu kecelakaan.

3. Jangan Terburu-buru Memasang Regulator

Langkah berikutnya adalah memastikan regulator terhubung dengan tabung LPG secara tepat. Regulator merupakan bagian penting karena menjadi penghubung antara tabung dengan saluran menuju kompor.

Karena itu, pemasangannya tidak sebaiknya dilakukan asal cepat. Pastikan regulator benar-benar tersambung sebelum kompor digunakan.

“Yang ketiga adalah sambungkan regulator dengan produk kita. Pastikan pada saat kita memasang, regulator tersambung dengan baik,” jelas Andi.

Setelah regulator terpasang, masyarakat sebaiknya melakukan pemeriksaan kembali sebelum menyalakan api.

4. Pastikan Regulator Terkunci dengan Benar

Regulator yang sudah terpasang belum tentu berarti sambungannya sudah aman. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah memastikan mekanisme pengunci regulator sudah digunakan dengan benar.

Menurut Andi, kebiasaan langsung menyalakan kompor setelah memasang regulator sebaiknya dihindari.

“Yang keempat, kencangkan. Banyak biasanya bapak ibu menggunakan gas di rumah langsung pasang, tapi lupa mengencangkan. Setiap regulator memiliki kunci. Pastikan dikencangkan supaya tidak terjadi kebocoran,” katanya.

Andi juga meminta masyarakat tidak menggunakan benda tambahan untuk menahan regulator, seperti batu atau benda lainnya.

“Tidak perlu menggunakan bahan-bahan tambahan. Regulator yang bagus sudah memiliki pengunci. Jadi untuk mengamankan regulator ataupun valve, cukup kencangkan dengan kunci yang sudah ada pada regulator,” lanjutnya.

Artinya, masyarakat cukup menggunakan mekanisme pengunci yang memang sudah tersedia pada regulator dan tidak perlu menambahkan benda lain.

5. Cium Apakah Ada Bau Gas Sebelum Menyalakan Kompor

Pemeriksaan terakhir yang tidak kalah penting adalah memastikan tidak muncul bau khas LPG di sekitar tabung maupun sambungan regulator.

Setelah regulator terpasang dan dikencangkan, luangkan waktu sejenak untuk memeriksa kondisi di sekitar tabung. Jika tercium bau gas, jangan langsung menyalakan kompor atau sumber api.

Andi menyarankan pemeriksaan dilakukan terlebih dahulu untuk memastikan kondisi sambungan aman.

“Yang terakhir, ada tidak baunya? Setelah kita memasang dan mengencangkan, kita cek dulu di sekitar tabung, ada baunya atau tidak. Kalau tidak ada bau, insyaallah sudah aman dan kita siap untuk memasak,” tutur Andi.

Kebiasaan sederhana tersebut tidak membutuhkan waktu lama. Namun, pemeriksaan sebelum memasak dapat menjadi langkah penting untuk meningkatkan kewaspadaan ketika menggunakan LPG di rumah.

Jangan Jadikan Pemeriksaan LPG Sebagai Formalitas

Penggunaan LPG memang sudah menjadi bagian dari rutinitas rumah tangga. Justru karena dilakukan setiap hari, masyarakat sering kali merasa tidak perlu lagi melakukan pemeriksaan sebelum memasak.

Padahal, beberapa detik untuk memastikan kondisi LPG, regulator, dan area dapur dapat menjadi kebiasaan keselamatan yang penting.

Lima langkah yang perlu diperhatikan adalah menggunakan LPG resmi, mengamankan area dapur, memasang regulator dengan benar, memastikan regulator terkunci, serta mengecek kemungkinan adanya bau gas.

Dengan menjadikan pemeriksaan tersebut sebagai rutinitas sebelum memasak, masyarakat dapat menjalankan aktivitas di dapur dengan lebih tenang sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebocoran LPG.

 

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut