Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : DPRD Surabaya Minta Pemkot Perbaiki Armada Pengangkut Sampah
Advertisement . Scroll to see content

Sampah di Jatim Capai 6,5 Juta Ton per Tahun, Baru 25 Persen Terkelola

Rabu, 16 September 2026 | 06:51 WIB
  • author Lukman Hakim
Sampah di Jatim Capai 6,5 Juta Ton per Tahun, Baru 25 Persen Terkelola
Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak. (Foto : istimewa).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Jawa Timur (Jatim) menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah. Timbulan sampah di provinsi ini mencapai sekitar 6,5 juta ton per tahun, namun baru sekitar 25 persen yang disebut telah terkelola secara optimal.

Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak mengatakan persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan infrastruktur. Kapasitas kelembagaan, konsistensi pemilahan dari sumber, pembiayaan, serta keterlibatan masyarakat dan dunia usaha juga menjadi tantangan.

“Pengelolaan sampah masih menjadi salah satu tantangan penting di Jatim. Timbulan sampah mencapai sekitar 6,5 juta ton per tahun, tetapi baru sekitar 25 persen yang terkelola secara optimal,” ujar Emil saat peluncuran Kabupaten/Kota Percontohan Proyek InCircular di Surabaya, Selasa (15/9/2026).

Menurut Emil, kondisi tersebut menunjukkan perlunya perubahan dalam sistem pengelolaan sampah, termasuk mengurangi timbulan sejak dari sumber serta meningkatkan pemanfaatan kembali dan daur ulang.

Salah satu upaya yang didorong adalah penerapan ekonomi sirkular melalui Proyek InCircular: Promoting a Circular Economy in Indonesia. Lima kabupaten/kota di Jatim ditetapkan sebagai daerah percontohan, yakni Kabupaten Gresik, Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Probolinggo, dan Kabupaten Sidoarjo.

Emil mengatakan kelima daerah tersebut diharapkan tidak hanya menjalankan program percontohan, tetapi juga menghasilkan model pengelolaan sampah yang konkret dan sesuai dengan kondisi masing-masing daerah.

“Kelima daerah diharapkan menjadi ruang pembelajaran sekaligus pengembangan model implementasi ekonomi sirkular yang konkret, terukur, dan sesuai dengan karakteristik masing-masing daerah,” katanya.

Setiap daerah, lanjut Emil, memiliki persoalan dan potensi pengelolaan sampah yang berbeda. Karena itu, pemerintah daerah diminta menyusun kerangka kerja berdasarkan kondisi di lapangan agar solusi yang diterapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Model yang berhasil nantinya diharapkan dapat direplikasi ke kabupaten/kota lain di Jatim,” terangnya.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut