Usia Bertambah, Fungsi Tubuh Menurun? Ini Cara Klinik di Surabaya Mencegahnya Sejak Dini
Selain pencegahan, HHP juga mengembangkan pendekatan regeneratif sebagai bagian dari layanan kesehatan. Konsep tersebut diarahkan pada pemeliharaan dan peremajaan sel serta jaringan tubuh yang mengalami penurunan fungsi atau kerusakan.
"Selain preventif, konsep regeneratif juga menjadi bagian dari pendekatan pelayanan yang dikembangkan. Regeneratif diarahkan pada upaya pemeliharaan dan peremajaan sel serta jaringan tubuh yang mengalami penurunan fungsi atau kerusakan," katanya.
Hartatie menegaskan, pendekatan regeneratif bukan dimaksudkan untuk menggantikan pengobatan medis. Metode tersebut ditempatkan sebagai bagian dari rangkaian pelayanan yang disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan masing-masing pasien.
"Regeneratif membantu pasien dengan penyakit degeneratif untuk membangkitkan kembali harapan hidup melalui pemeliharaan dan peremajaan sel tubuh," ujarnya.
Konsep tersebut membuat pelayanan kesehatan di HHP tidak berhenti pada tahap pengobatan. Masyarakat juga dapat melakukan pemantauan kondisi tubuh sebagai langkah antisipasi terhadap berbagai risiko kesehatan yang mungkin muncul seiring bertambahnya usia.
Sistem pelayanan HHP mencakup beberapa pendekatan. Pada aspek promotif, klinik mendorong peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pola hidup sehat, termasuk edukasi tentang gizi, aktivitas fisik dan pemeliharaan kesehatan.
Sementara pendekatan preventif diarahkan pada pencegahan penyakit melalui pemeriksaan berkala, vaksinasi, pemantauan faktor risiko dan tindakan kesehatan lainnya berdasarkan kebutuhan medis.
Ketika gangguan kesehatan sudah ditemukan, pelayanan berlanjut pada pendekatan kuratif melalui pemeriksaan dan pengobatan oleh tenaga medis.
"Ketika gangguan kesehatan sudah muncul, pendekatan kuratif dilakukan melalui pemeriksaan dan pengobatan oleh tenaga medis. Setelah kondisi pasien membaik, layanan rehabilitatif ditujukan untuk membantu mengembalikan fungsi fisik, mental maupun sosial," jelas Hartatie.
Layanan rehabilitatif juga mencakup penanganan pasien yang mengalami cedera maupun proses pemulihan kebugaran dengan dukungan dokter spesialis kedokteran olahraga.
Hartatie menilai pendekatan terpadu dibutuhkan karena kebutuhan kesehatan masyarakat berbeda-beda berdasarkan usia dan kondisi masing-masing.
"Layanan kesehatan tidak hanya ditujukan kepada orang yang sudah mengalami penyakit, tetapi juga kepada masyarakat yang ingin memantau kondisi tubuh sebelum muncul masalah kesehatan," ucapnya.
Tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik, HHP juga memasukkan kesehatan mental sebagai bagian dari pelayanan. Klinik ini melibatkan dokter spesialis kedokteran jiwa dan psikolog untuk menangani berbagai persoalan psikologis dan kejiwaan.
"Kami juga memiliki dua dokter psikiatri dan psikolog untuk berkolaborasi menangani masalah kejiwaan dan depresi yang saat ini cukup tinggi di kalangan generasi muda hingga lansia," jelas Hartatie.
Tim medis HHP berasal dari sejumlah bidang, mulai dari bedah plastik, ortopedi, dermatologi venereologi dan estetik, penyakit dalam, anak, kedokteran jiwa dan psikiatri hingga dokter umum.
Keterlibatan tenaga medis lintas bidang tersebut ditujukan agar kondisi pasien dapat dilihat secara lebih menyeluruh. Pendekatan ini terutama relevan bagi kelompok lanjut usia yang berpotensi menghadapi lebih dari satu persoalan kesehatan dalam waktu bersamaan.
Selain pemeriksaan dan pengobatan, layanan juga mencakup pemulihan bagi pasien setelah mengalami cedera ataupun penurunan fungsi tubuh.
Konsep pelayanan tersebut dikembangkan oleh para pendiri HHP, yakni Darmo Budiono, Elizabeth, Shilvy Tanzajaya dan Hengky Sony melalui gagasan "Regenerative for All".
Gagasan tersebut diarahkan pada pengembangan layanan kesehatan dengan pendekatan preventif dan regeneratif yang dapat diakses masyarakat luas.
Dari sisi fasilitas, HHP dilengkapi sejumlah perangkat medis dan estetika, termasuk teknologi laser serta perangkat untuk kebutuhan perawatan tertentu. Penggunaannya tetap disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan medis pasien.
Hartatie mengatakan, pesan utama dari konsep pelayanan tersebut adalah mengubah kebiasaan masyarakat dalam menjaga kesehatan. Pemeriksaan dan pemantauan kondisi tubuh diharapkan tidak hanya dilakukan ketika penyakit sudah muncul.
"Pasien dapat memperoleh perawatan secara terpadu, mulai dari promotif, preventif, kuratif, regeneratif, rehabilitatif sampai kesehatan mental," pungkasnya.
Editor: Arif Ardliyanto