Angka Kematian Ibu Masih Jadi Ancaman, Kemendagri Instruksikan Daerah Bergerak Cepat
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Pemerintah terus memperkuat langkah untuk menekan Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia. Di Jawa Timur, upaya tersebut tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga memperkuat koordinasi antarlembaga, perencanaan pembangunan, hingga dukungan anggaran agar setiap ibu hamil memperoleh layanan yang cepat dan tepat.
Bagi pemerintah, satu kematian ibu bukan sekadar angka statistik. Di baliknya ada keluarga yang kehilangan sosok penting, anak yang tumbuh tanpa kasih sayang ibu, serta masa depan yang ikut dipertaruhkan.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam Talkshow "Penguatan Kelembagaan Pemerintah Daerah dalam Rangka Fasilitasi Penyusunan Perencanaan dan Penganggaran Terintegrasi Kesehatan Reproduksi untuk Mendukung Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu" yang digelar di Surabaya, Kamis (23/7/2026).
Kegiatan ini menghadirkan Kepala Subdirektorat Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kemendagri, Rezha Pranatama, serta Direktur Bina Kesehatan Reproduksi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, dr. Ruri Mutia Ichwan.
Rezha menegaskan, keberhasilan menekan AKI sangat bergantung pada komitmen pemerintah daerah. Indonesia menargetkan AKI turun menjadi 77 per 100.000 kelahiran hidup pada 2029 dan 70 per 100.000 kelahiran hidup pada 2030, sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs).
"Target nasional maupun SDGs tidak akan tercapai tanpa dukungan nyata dari pemerintah daerah. Kabupaten dan kota menjadi garda terdepan karena langsung berhadapan dengan masyarakat, termasuk para ibu hamil," ujar Rezha.
Editor: Arif Ardliyanto