Tren Hunian di Surabaya Dukung Gaya Hidup Sehat
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Gaya hidup sehat tidak selalu harus dilakukan dengan pergi ke pusat kebugaran atau tempat olahraga.
Lingkungan tempat tinggal yang dilengkapi fasilitas penunjang aktivitas fisik dan ruang terbuka dapat membuat kebiasaan hidup aktif lebih mudah diterapkan dalam keseharian.
Kawasan hunian yang memiliki jogging track, taman, ruang terbuka hijau, kolam renang, hingga area olahraga memberikan lebih banyak pilihan bagi penghuni untuk bergerak.
Berjalan kaki pada pagi atau sore hari, berolahraga bersama keluarga, hingga melakukan aktivitas ringan di ruang terbuka dapat menjadi bagian dari rutinitas tanpa harus bepergian jauh.
Konsep tersebut turut dikembangkan Pakuwon Group melalui Grand Cayman di kawasan Grand Island, Pakuwon City. Klaster hunian dengan luas sekitar 27 hektare ini tidak hanya menawarkan rumah, tetapi juga menyediakan area yang dirancang untuk mendukung aktivitas penghuni dan rekreasi keluarga.
General Manager Marketing Pakuwon Group, Liliani Harsono, mengatakan sekitar 4 hektare dari kawasan Grand Cayman dialokasikan untuk fasilitas pendukung. Fasilitas tersebut mencakup clubhouse, taman, serta greenbelt yang dilengkapi jogging track.
“Greenbelt itu nanti sepanjang area ini ada jogging track, biasanya buat orang-orang yang senior itu jalan pagi,” kata Liliani, Jumat (18/9/2026).
Keberadaan ruang terbuka tersebut memberikan alternatif aktivitas fisik bagi penghuni dari berbagai kelompok usia. Area yang terintegrasi dengan lingkungan hunian juga memungkinkan aktivitas olahraga dilakukan secara lebih spontan, tanpa harus menunggu waktu khusus atau melakukan perjalanan ke lokasi lain.
Selain jogging track dan taman, Grand Cayman menyiapkan clubhouse dengan konsep menyerupai beach club. Area outdoor di sekitar fasilitas juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, termasuk yoga.
“Fasilitasnya lebih ke rekreasi keluarga. Makanya ini pertama kali juga kita bikin clubhouse-nya seperti beach club,” ujar Liliani.
Menurut Liliani, penyediaan fasilitas yang lebih lengkap menjadi bagian dari konsep pengembangan Grand Cayman. Jika klaster berukuran lebih kecil umumnya menyediakan fasilitas seperti taman tematik, children playground, atau outdoor gym, kawasan yang lebih luas memungkinkan pengembang menghadirkan fasilitas yang lebih beragam.
Lingkungan hunian yang mendukung aktivitas fisik juga dapat menjadi ruang interaksi bagi keluarga. Penghuni tidak hanya memiliki tempat untuk beristirahat, tetapi juga area untuk berolahraga, bersantai, dan menghabiskan waktu bersama.
Konsep tersebut sejalan dengan kebutuhan keluarga yang ingin memiliki ruang aktivitas dalam satu kawasan. Grand Cayman dikembangkan dengan luas sekitar 27 hektare dan berpotensi diperluas hingga sekitar 35 hektare.
Dari total lahan tersebut, sekitar 6 hektare saat ini digunakan untuk area hunian, sementara pengembangan rumah dilakukan secara bertahap. Sekitar 150 unit rumah direncanakan dalam tahap pengembangan, dengan sekitar 70 persen di antaranya telah terjual.
Hingga kini, sekitar 80 unit telah diserahterimakan kepada pembeli. Sekitar 25 unit di antaranya telah dihuni, sementara sebagian penghuni lainnya masih melakukan penataan interior rumah. Untuk harga, rumah di Grand Cayman dipasarkan mulai sekitar Rp4 miliar hingga Rp16 miliar per unit.
Menurut Liliani, pengembangan Grand Cayman dilatarbelakangi perubahan pola kebutuhan konsumen. Selama ini, Pakuwon Group mengembangkan hunian dalam klaster-klaster dengan luasan sekitar 10 hektare.
Namun, banyak penghuni dari klaster sebelumnya yang kemudian membeli rumah lagi untuk anak maupun anggota keluarga lainnya. Mereka ingin tetap tinggal berdekatan, tetapi tidak lagi tinggal dalam satu rumah.
“Sekarang anak muda enggak mau tinggal sama mertua, enggak mau tinggal sama orang tua, mau hidup mandiri. Tapi tetap mau dekat,” ujarnya.
Editor: Arif Ardliyanto