Serangan Persebaya Buntu, Garudayaksa FC Tahan Bajol Ijo 1-1 di Bung Tomo
Strategi Garudayaksa Hadapi Tekanan Persebaya
Sebelum laga, Milos Joksic sudah menyadari bahwa bermain di kandang Persebaya bukan perkara mudah. Pelatih asal Serbia tersebut menaruh perhatian terhadap kekuatan Green Force ketika tampil di GBT.
Garudayaksa kemudian menyiapkan pendekatan counter-pressing untuk meredam permainan Persebaya sekaligus mengganggu aliran bola tuan rumah.
"Kami sangat menghormati mereka. Kami tahu mereka sangat kuat di kandang, tetapi kami harus menunjukkan performa yang lebih baik," ujar Joksic sebelum pertandingan.
Strategi tersebut akhirnya membantu Garudayaksa bertahan dari tekanan Persebaya. Tim tamu mampu menjaga pertandingan tetap terbuka hingga peluit akhir.
Andik Vermansyah Kembali ke GBT
Pertandingan Persebaya kontra Garudayaksa juga menjadi momen khusus bagi Andik Vermansyah. Pemain yang memiliki hubungan kuat dengan Persebaya tersebut kembali ke Stadion GBT, kali ini dengan mengenakan seragam Garudayaksa FC.
Sebelum pertandingan, Andik sudah menyampaikan tekad untuk membantu timnya membawa pulang poin dari Surabaya.
"Pastinya kami sangat siap untuk berangkat ke Surabaya. Bagaimana caranya kita untuk curi poin di sini. Insyaallah kami akan tampil maksimal dan pastinya berjuang untuk curi poin di Surabaya," kata Andik.
Target tersebut akhirnya tercapai. Garudayaksa mampu membawa pulang satu poin dari GBT setelah pertandingan berakhir 1-1.
Bagi Persebaya, hasil ini menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan efektivitas serangan dan konsistensi permainan. Sementara bagi Garudayaksa, tambahan satu angka dari kandang Persebaya menjadi modal penting dalam perjalanan mereka di Super League 2026/2027.
Editor: Arif Ardliyanto