50,53 Persen Masyarakat Berolahraga demi Kesehatan dan Kebugaran
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Lari semakin menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat perkotaan. Tren tersebut terlihat dari tingginya antusiasme masyarakat Surabaya mengikuti ajang lari yang digelar di Kota Pahlawan.
Hal itu terlihat dari antusiasme hampir 3.000 peserta yang mengikuti Hemaviton Fit & Health Action Run 2026 di Surabaya, Minggu (20/9/2026). Kegiatan yang berlangsung dengan kategori 5K dan 10K tersebut mengambil lokasi start dan finis di Lapangan Parkir Timur Plaza Surabaya.
Pesertanya tidak hanya berasal dari kalangan pelari berpengalaman, tetapi juga masyarakat yang mulai menjadikan olahraga sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari.
Tren tersebut sejalan dengan data Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) 2025-2045, lari dan jalan menjadi salah satu aktivitas olahraga yang banyak dilakukan masyarakat Indonesia. Tingkat partisipasinya mencapai 33,75 persen berdasarkan Susenas MSBP 2024.
Fenomena tersebut juga terlihat dari tingginya minat masyarakat terhadap running event. Data Populix menunjukkan 65 persen responden yang berolahraga pernah mengikuti running event setidaknya sekali dalam setahun terakhir.
Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Statistik Sosial Budaya 2025 mencatat 50,53 persen masyarakat berolahraga dengan alasan utama menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.
Aktor sekaligus brand ambassador hemaviton, Chicco Jerikho, turut mengikuti Hemaviton Fit & Health Action Run 2026. Ia menilai olahraga lari tidak semata-mata soal kecepatan atau siapa yang lebih dahulu mencapai garis finis.
Menurut Chicco, menikmati proses berolahraga justru menjadi bagian penting agar aktivitas fisik dapat dilakukan secara konsisten.
“Lari ini bukan cuma soal siapa yang paling cepat sampai garis finis, tapi bagaimana kita bisa menikmati olahraga lari itu sendiri,” kata Chicco.
Chicco mengaku olahraga telah menjadi bagian dari rutinitasnya untuk menjaga kebugaran sekaligus menunjang aktivitasnya sebagai aktor. Selain berolahraga, ia juga berupaya menjaga pola istirahat, makanan, dan asupan suplementasi.
“Aku memang suka olahraga. Olahraga merupakan suatu kebutuhan buat aku karena aku suka gaya hidup yang aktif untuk menunjang aktivitas aku,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan generasi muda agar tidak menjadikan olahraga sekadar mengikuti tren atau mengejar pengakuan di media sosial.
“Olahraga itu bukan FOMO (Fear of Missing Out). Oahraga itu bukan keren-kerenan, tapi bagaimana kita bisa enjoy dengan olahraga itu sendiri, bagaimana olahraga itu menjadi suatu kebutuhan kita,” katanya.
Menurut Chicco, menjaga kesehatan perlu dibangun sebagai kebiasaan. Olahraga tidak selalu harus berorientasi pada pencapaian performa, tetapi dapat dimulai dari aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin.
“Di tengah situasi seperti sekarang, kesehatan itu sangat mahal, jadi kita harus jaga,” ujarnya.
Sementara itu, General Manager Brand Communication & Content Health Care PT Tempo Scan Pacific Tbk, Diana Theodora, mengatakan meningkatnya komunitas lari dan kesadaran terhadap gaya hidup sehat menjadi salah satu alasan Surabaya dipilih sebagai lokasi kegiatan.
“Komunitas lari dan gaya hidup sehat semakin meningkat, terutama di Surabaya. Kami ingin mendekatkan diri dengan masyarakat Surabaya karena melihat potensi tersebut,” kata Diana.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari tahun kelima program Hemaviton Fit & Health. Berbeda dari kegiatan sebelumnya, tahun ini konsepnya dikembangkan dalam bentuk ajang lari dengan dua kategori, yakni 5K dan 10K.
“Yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini khusus kegiatan lari. Kita bagi menjadi dua kategori, 5K dan juga 10K,” ujarnya.
Diana mengatakan jumlah peserta tahun ini meningkat dibandingkan kegiatan sebelumnya. Antusiasme masyarakat Surabaya terlihat dari jumlah peserta yang mendekati 3.000 orang.
“Kita semakin banyak dibanding sebelumnya, semakin meningkat. Kami sangat berterima kasih kepada masyarakat Surabaya atas partisipasinya,” katanya.
Editor: Arif Ardliyanto