Urai Kemacetan Akses Ketapang, Peneliti Minta Seluruh Regulator dan Operator Turun Tangan
BANYUWANGI, iNewsSurabaya.id — Peneliti kebijakan publik dari Klepean Centre for Humanity, Islahuddin, menegaskan bahwa penanganan kemacetan parah di jalur menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, memerlukan keterlibatan aktif seluruh stakeholder. Menurutnya, persoalan ini sangat kompleks dan saling terkait, sehingga tidak adil jika sepenuhnya ditimpakan sebagai kesalahan pihak PT ASDP Indonesia Ferry semata.
Ia menilai, masalah ini merupakan tanggung jawab bersama antara regulator dan operator, mulai dari Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap), Ikatan Nahkoda Antar Pulau (INFA), PT Pelindo, hingga perusahaan pemilik armada truk.
"Kemacetan di akses ke pelabuhan Ketapang Banyuwangi disebabkan sejumlah masalah. Mulai dari banyaknya kendaraan ODOL (kendaraan melebihi kapasitas dimensi dan muat berlebihan) yang melanggar aturan, kondisi lalu lintas, hingga pengaturan di pelabuhan ASDP Ketapang dan Pelabuhan Tanjungwangi milik Pelindo," jelas pria yang biasa disapa Islah ini.
Editor: Vitrianda Hilba Siregar