Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : 5 Penyebab Anak Usia Dini Sering Marah Meledak-Ledak
Advertisement . Scroll to see content

Mutasi Besar-besaran Kapolda di Jawa, Psikolog Ungkap Perubahan yang Bakal Dirasakan Anggota

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:12 WIB
  • author Arif Ardliyanto
Mutasi Besar-besaran Kapolda di Jawa, Psikolog Ungkap Perubahan yang Bakal Dirasakan Anggota
Pergantian Kapolda di sejumlah wilayah Jawa berdampak pada psikologi organisasi. Psikolog Amanda Pasca Rini mengungkap proses adaptasi anggota dan gaya kepemimpinan baru. Foto iNewsSurabaya.id/arif

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Pergantian Kapolda di sejumlah wilayah Jawa dalam mutasi besar-besaran Polri bukan sekadar perubahan posisi di pucuk pimpinan. Dari perspektif psikologi organisasi, perubahan tersebut juga menjadi fase adaptasi bagi anggota yang harus menyesuaikan diri dengan karakter, pola komunikasi, hingga gaya kepemimpinan pejabat baru.

Psikolog sekaligus Wakil Rektor I Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Dr. Rr. Amanda Pasca Rini, S.Psi., M.Si., Psikolog, mengatakan pergantian pemimpin secara alamiah akan membawa perubahan di dalam organisasi.

Perubahan itu dapat terlihat dari cara berpikir, pola komunikasi, hingga pendekatan kepemimpinan yang diterapkan pejabat baru. Menurut Amanda, kondisi tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi dan tidak selalu harus dipandang sebagai persoalan.

"Kalau dilihat dari psikologi, pergantian pemimpin tentu akan berdampak. Akan ada perubahan-perubahan, baik konsep berpikir maupun cara kepemimpinannya. Tetapi itu sesuatu yang wajar," ujar Amanda.

Amanda menjelaskan, anggota sebagai bagian dari organisasi memiliki peran penting dalam menghadapi masa transisi kepemimpinan. Kemampuan beradaptasi menjadi salah satu faktor yang menentukan apakah perubahan dapat berlangsung dengan baik.

Menurutnya, sumber daya manusia yang memiliki kesiapan menghadapi perubahan cenderung lebih mudah menyesuaikan diri ketika terjadi pergantian pimpinan.

"Dampaknya lebih kepada masing-masing SDM harus belajar dan mempelajari pemimpinnya yang baru," katanya.

Dalam konteks kepolisian yang memiliki struktur komando, perubahan karakter pimpinan dapat berpengaruh terhadap pola koordinasi dan komunikasi. Anggota yang sebelumnya telah terbiasa dengan gaya pimpinan lama perlu memahami kebiasaan dan ekspektasi pimpinan baru.

Proses itu membutuhkan waktu, terutama pada tahap awal ketika anggota mulai mengenali karakter pemimpin baru. Mereka perlu memahami bagaimana instruksi disampaikan, bagaimana koordinasi dilakukan, serta target apa yang menjadi perhatian pimpinan.

"Proses itu harus cepat. Mereka harus belajar tentang pemimpin yang akan memimpin mereka. Saya yakin generasi sekarang yang menjadi bawahannya memiliki kesiapan untuk belajar lebih cepat," jelas Amanda.

Pergantian Kapolda juga dapat membawa penyesuaian dalam pola kerja internal. Bukan hanya pimpinan yang perlu memahami kondisi organisasi, anggota juga dituntut membaca pola kepemimpinan yang baru.

Amanda menyebut kemampuan belajar dan beradaptasi menjadi penting agar perubahan pimpinan tidak mengganggu pelaksanaan tugas organisasi.

Dalam proses tersebut, komunikasi menjadi salah satu faktor penting. Perbedaan gaya kepemimpinan antara pejabat lama dan pejabat baru dapat membuat anggota harus kembali menyesuaikan cara berkoordinasi.

Kondisi seperti itu, kata Amanda, merupakan dinamika yang lazim terjadi ketika sebuah organisasi mengalami pergantian pemimpin.

Pemimpin Baru Berpotensi Menata Tim Kerja

Selain berdampak terhadap bawahan, pergantian pimpinan juga dapat diikuti dengan penataan tim kerja. Amanda menjelaskan, seorang pemimpin membutuhkan orang-orang yang dapat memahami sekaligus mendukung visi dan target yang hendak dicapai.

"Seorang pemimpin itu pasti akan mencari tim yang sesuai agar semuanya berjalan. Visi dan misinya agar didukung oleh circle-nya. Jadi, dia akan memilih orang-orang yang satu circle," ujarnya.

Menurut Amanda, kebutuhan membangun tim yang memiliki kesamaan cara pandang merupakan bagian dari dinamika kepemimpinan.

Meski demikian, hal tersebut tidak otomatis berarti orang yang tidak memiliki kedekatan atau sejarah kerja dengan pimpinan baru akan kehilangan kepercayaan.

Seorang pemimpin tetap dapat memberikan kepercayaan kepada anggota di luar lingkaran dekatnya apabila orang tersebut dinilai memiliki kemampuan dan arah kerja yang sesuai dengan visi kepemimpinannya.

"Saya tidak mengatakan bahwa orang-orang baru atau orang-orang yang tidak punya sejarah dengan dia kemudian tidak dipercaya. Mungkin saja ada yang diberikan kepercayaan bila dia merasa orang tersebut masih sejalan dengan visi dan misinya," tuturnya.

Amanda menambahkan, tantangan lain dapat muncul ketika pimpinan baru bekerja dengan tim yang belum sepenuhnya memahami pola pikir atau arah kepemimpinannya.

Dalam situasi tersebut, diperlukan komunikasi dan pengarahan agar visi pimpinan dapat dipahami oleh seluruh anggota. Briefing menjadi salah satu cara untuk menyatukan pemahaman mengenai target yang hendak dicapai.

"Kalaupun didukung, dia butuh waktu untuk briefing dan meyakinkan bahwa mereka mengikuti visi dan misi saya," katanya.

Karena itu, dari perspektif psikologi organisasi, pergantian Kapolda tidak berhenti pada perubahan jabatan. Ada proses transisi yang berlangsung di dalam organisasi, mulai dari penyesuaian anggota hingga pembentukan pola kerja baru.

Kemampuan beradaptasi dari anggota menjadi penting agar perubahan kepemimpinan tidak menghambat pekerjaan. Di sisi lain, pimpinan baru juga membutuhkan komunikasi yang efektif untuk membangun pemahaman bersama dengan tim yang dipimpinnya.

Amanda menilai kebutuhan pemimpin untuk membangun tim yang sejalan dengan visi kepemimpinannya merupakan bagian dari dinamika organisasi. Terlebih, setiap pemimpin memiliki target yang harus dicapai sesuai arah kebijakan institusi.

"Pada saat Kapolri mencari orang-orang yang satu circle dengan dia, itu adalah hal yang wajar karena dia membutuhkan dukungan untuk mencapai target-target yang mungkin sudah ditetapkan bersama pemerintah," pungkasnya.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut