Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : 447 Ribu Siswa Jatim Hadapi TKA 2026, Strategi Khusus Disiapkan untuk Dongkrak Nilai Siswa
Advertisement . Scroll to see content

Siswa SMP Mulai Kehilangan Fokus saat Belajar Siang, Temuan Ini Bisa Diterapkan Guru dalam Mengajar

Minggu, 11 Oktober 2026 | 13:00 WIB
  • author Arif Ardliyanto
Siswa SMP Mulai Kehilangan Fokus saat Belajar Siang, Temuan Ini Bisa Diterapkan Guru dalam Mengajar
Unesa mengevaluasi metode GASPOL MEMBACA di SMP Labschool Unesa 3 Surabaya. Konsentrasi siswa pada jam siang menjadi tantangan pembelajaran literasi kritis. Foto iNewsSurabaya.id/ist

Pelaksanaan Aksi II turut mencakup pembelajaran interaktif, pengisian instrumen respons siswa, tes akhir, dan refleksi bersama setelah kegiatan belajar mengajar selesai.

Dua dosen Unesa, Dr. Abdul Kholiq, S.Pd., M.Pd., dan Dr. Moh. Arif Susanto, S.S., M.Hum., melakukan pengamatan langsung selama proses pembelajaran. Keduanya didampingi guru observer Sabda Bagus Baswara, S.Pd., Gr., dan Nariyatus Salamah, S.Pd., Gr., serta mahasiswa pendamping Erlita Febriantika Pratiwi.

Hasil pengamatan dan diskusi evaluasi menunjukkan bahwa metode GASPOL secara umum telah diterapkan dengan baik. Namun, sejumlah tahapan masih perlu dioptimalkan agar proses pembelajaran berjalan lebih efektif.

Salah satu persoalan yang ditemukan berkaitan dengan perubahan fokus dan antusiasme siswa ketika pembelajaran berlangsung pada jam-jam terakhir sekolah. Situasi tersebut menjadi tantangan bagi guru untuk mempertahankan keterlibatan siswa dari awal hingga akhir kegiatan.

Fibetti Khoirum Fitroh mengakui pelaksanaan aksi kedua terasa lebih menantang dibandingkan sesi sebelumnya. Ia menilai semangat siswa menjadi salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian dalam pelaksanaan pembelajaran.

“Saya rasa belum sempurna saat pembelajaran. Saya merasa kesusahan karena menurut saya anak-anak kurang memiliki semangat yang tinggi,” ungkap Fibetti dalam sesi refleksi bersama tim observer.

Temuan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk melihat hubungan antara kondisi kelas, waktu pembelajaran, dan strategi pengajaran terhadap keberhasilan penerapan metode membaca kritis.

Tim pendamping Unesa menyoroti rentang waktu pembelajaran pukul 13.20–15.20 WIB sebagai salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan dalam penyempurnaan strategi mengajar. Pada waktu tersebut, guru perlu mencari cara agar konsentrasi dan partisipasi siswa tetap terjaga.

Sejumlah pendekatan yang menjadi perhatian meliputi penggunaan ice breaking, variasi media pembelajaran, serta teknik membangun motivasi siswa. Strategi tersebut diharapkan dapat membuat suasana belajar lebih dinamis tanpa mengurangi tujuan utama pembelajaran literasi.

Evaluasi juga diarahkan untuk memastikan seluruh tahapan GASPOL dapat diterapkan secara konsisten dalam situasi kelas yang berbeda. Guru tidak hanya dituntut memahami metode, tetapi juga perlu menyesuaikan pendekatan dengan karakteristik dan kondisi siswa.

Hasil evaluasi Aksi II selanjutnya menjadi bahan penyempurnaan modul pendampingan dan strategi pengelolaan kelas oleh Unesa bersama pihak sekolah.

Melalui program GASPOL MEMBACA, penguatan literasi di lingkungan Labschool Unesa diharapkan tidak sebatas meningkatkan kebiasaan membaca. Lebih jauh, siswa diharapkan terbiasa mempertanyakan informasi, menelusuri bukti, membedakan fakta dari dugaan, dan mengambil kesimpulan secara kritis.

Dengan begitu, kemampuan literasi tidak hanya berguna saat mengerjakan tugas sekolah, tetapi juga menjadi bekal bagi pelajar untuk menghadapi derasnya arus informasi dalam kehidupan sehari-hari.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut